News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

52 Persen BUMN Merugi Rp23 Triliun per Tahun, Danantara Targetkan Tutup 700 Perusahaan pada Akhir 2026

52 Persen BUMN Merugi Rp23 Triliun per Tahun, Danantara Targetkan Tutup 700 Perusahaan pada Akhir 2026



JAKARTA — FBINEWS  

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkapkan fakta serius mengenai kondisi sejumlah perusahaan milik negara. Sebanyak 52 persen dari total 1.074 perusahaan dalam ekosistem BUMN tercatat mengalami kerugian, dengan nilai mencapai sekitar Rp23 triliun per tahun.


Kondisi tersebut mendorong pemerintah melalui Danantara melakukan konsolidasi dan perampingan besar-besaran terhadap perusahaan pelat merah yang dinilai tidak produktif. Langkah ini ditujukan untuk menekan pemborosan anggaran, menghilangkan tumpang tindih bisnis, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara.


Berdasarkan laporan yang diberitakan sejumlah media pada 24 Oktober 2026, Danantara telah menutup 364 perusahaan BUMN hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan dengan target mencapai 700 perusahaan yang ditutup hingga akhir Desember 2026.


RATUSAN PERUSAHAAN MERUGI, EFISIENSI JADI PRIORITAS


Tingginya jumlah perusahaan yang merugi disebut berkaitan dengan inefisiensi operasional, duplikasi fungsi bisnis, serta keberadaan anak dan cucu perusahaan yang tidak memberikan kontribusi optimal.


Penataan ini diharapkan dapat mengurangi beban keuangan negara sekaligus memastikan perusahaan yang dipertahankan memiliki kinerja bisnis yang sehat, produktif, dan mampu bersaing.


Danantara juga menargetkan penyederhanaan struktur perusahaan BUMN dalam jangka panjang, sehingga tersisa kurang dari 200 perusahaan inti yang dinilai memiliki prospek dan daya saing kuat.


TARGET LABA BUMN SEHAT CAPAI RP334 TRILIUN


Di tengah proses perampingan tersebut, konsolidasi perusahaan BUMN yang sehat diperkirakan dapat mendongkrak total keuntungan hingga Rp334 triliun pada akhir 2026.


Target tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan restrukturisasi, meskipun pencapaiannya tetap bergantung pada kinerja operasional, efektivitas penggabungan usaha, dan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan aset yang dimiliki.


Pemerintah berharap konsolidasi tidak hanya berfokus pada penutupan perusahaan, tetapi juga menghasilkan tata kelola yang lebih baik, pengawasan yang lebih kuat, serta pengelolaan modal negara yang semakin efisien.


UJI KEBERHASILAN REFORMASI BUMN


Perampingan ratusan perusahaan pelat merah menjadi langkah strategis untuk membenahi struktur bisnis BUMN yang selama ini dinilai terlalu gemuk.


Namun, keberhasilan kebijakan tersebut nantinya tidak cukup diukur dari jumlah perusahaan yang ditutup atau besarnya target keuntungan. Transparansi proses restrukturisasi, perlindungan aset negara, penyelesaian kewajiban perusahaan, serta dampaknya terhadap pekerja juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.


Publik kini menantikan apakah langkah Danantara mampu mengubah struktur BUMN menjadi lebih ramping, sehat, dan produktif, sekaligus memastikan setiap rupiah modal negara memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar