News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

BARCLAYS BERENCANA PHK 5.000 KARYAWAN, AI JADI SALAH SATU PENDORONG EFISIENSI DI TENGAH KENAIKAN LABA

BARCLAYS BERENCANA PHK 5.000 KARYAWAN, AI JADI SALAH SATU PENDORONG EFISIENSI DI TENGAH KENAIKAN LABA



LONDON — FBINEWS  

Bank raksasa asal Inggris, Barclays, dikabarkan berencana memangkas sekitar 5.000 karyawan atau setara dengan 5 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi efisiensi perusahaan di tengah perubahan industri perbankan dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), (Oktober 2026)


Rencana pengurangan tenaga kerja ini diperkirakan menyasar sejumlah fungsi operasional dan pendukung. Sekitar 60 persen dari total pemangkasan disebut akan berdampak pada fungsi pendukung, termasuk posisi pengembang perangkat lunak.


Perkembangan AI menjadi salah satu faktor yang mendorong transformasi operasional di sektor keuangan. Pemanfaatan teknologi otomatisasi dinilai berpotensi mengubah cara perusahaan menjalankan pekerjaan administratif, pengolahan data, hingga pengembangan sistem digital.


LABA NAIK 12 PERSEN, PENDAPATAN BELUM SESUAI EKSPEKTASI


Rencana efisiensi tersebut muncul di tengah kinerja keuangan Barclays yang menunjukkan perkembangan beragam pada kuartal III 2026.


Laba sebelum pajak Barclays tercatat meningkat 12 persen secara tahunan menjadi £2,3 miliar. Namun, pendapatan grup berada di angka £7,4 miliar, lebih rendah dibandingkan ekspektasi analis.


Perbedaan antara kenaikan laba dan pendapatan yang belum memenuhi perkiraan pasar menunjukkan bahwa kinerja perusahaan tidak hanya dinilai dari pertumbuhan keuntungan, tetapi juga dari kemampuan mempertahankan pendapatan dan mengelola biaya operasional.


Meski demikian, pemangkasan karyawan merupakan langkah strategis yang memiliki konsekuensi terhadap tenaga kerja, terutama apabila perubahan teknologi membuat sejumlah pekerjaan mengalami pengurangan atau pergeseran kebutuhan keterampilan.


AI DAN MASA DEPAN TENAGA KERJA PERBANKAN


Transformasi digital menjadi tantangan tersendiri bagi industri perbankan global. Perusahaan keuangan semakin mengandalkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat layanan, dan mengendalikan biaya.


Namun, penerapan AI juga memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan pekerjaan, khususnya pada posisi yang tugasnya dapat diotomatisasi atau dibantu sistem digital.


Bagi pekerja di sektor perbankan, perubahan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap keterampilan baru, termasuk analisis data, keamanan siber, pengelolaan teknologi, dan pengawasan sistem AI.


Rencana Barclays memangkas ribuan karyawan menjadi gambaran bagaimana perusahaan besar menghadapi tekanan efisiensi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.


Ke depan, tantangan bagi industri perbankan adalah menyeimbangkan peningkatan produktivitas melalui AI dengan perlindungan tenaga kerja serta kesiapan karyawan menghadapi perubahan kebutuhan kompetensi.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar