Kapolresta Bogor Minta Maaf Usai Jurnalis Ditangkap Saat Liput Demo di Tugu Kujang, Anggota Diproses
BOGOR — FBINEWS.NET
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adhitya Panji Anom menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers menyusul insiden dugaan intimidasi dan pengamanan terhadap seorang jurnalis saat meliput aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor.
Permohonan maaf tersebut disampaikan setelah jurnalis Metropolitan bernama Raka Maulana Muhlis mengalami insiden dengan sejumlah petugas kepolisian ketika menjalankan tugas peliputan demonstrasi.
Peristiwa itu bermula ketika petugas mengamankan Raka karena diduga mengira dirinya bukan bagian dari massa resmi yang mengikuti aksi unjuk rasa.
Namun, setelah identitasnya diketahui sebagai seorang jurnalis, Raka kemudian dilepaskan.
Pihak kepolisian menyatakan tidak ada penyitaan peralatan pers maupun penahanan dalam waktu berkepanjangan terhadap jurnalis tersebut.
Meski demikian, insiden ini memicu perhatian dan keprihatinan kalangan wartawan di Kota Bogor. Mereka menilai tindakan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi kepolisian.
Sebagai bentuk solidaritas, Solidaritas Jurnalis Bogor menggelar aksi damai di depan Mako Polresta Bogor Kota. Dalam aksi tersebut, para jurnalis menyuarakan tuntutan agar prosedur pengamanan aksi dievaluasi serta perlindungan terhadap kerja jurnalistik diperkuat.
Menanggapi kejadian tersebut, Kombes Pol Adhitya Panji Anom menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers atas kesalahpahaman dan tindakan anggotanya yang menimbulkan ketidaknyamanan.
Kapolresta juga memastikan personel yang terlibat telah diproses sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemahaman aparat terhadap tugas dan fungsi jurnalis di lapangan, khususnya saat melakukan peliputan aksi unjuk rasa.
Kebebasan pers dan keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, koordinasi serta pemahaman antara aparat keamanan dan insan pers perlu terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
**

Posting Komentar