News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

MENTRANS IFTITAH DORONG PENGUASAAN TEKNOLOGI SAMPAH JADI ENERGI, KAWASAN TRANSMIGRASI DISIAPKAN JADI PUSAT EKONOMI BARU

MENTRANS IFTITAH DORONG PENGUASAAN TEKNOLOGI SAMPAH JADI ENERGI, KAWASAN TRANSMIGRASI DISIAPKAN JADI PUSAT EKONOMI BARU



JAKARTA – FBINEWS  

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong penguasaan teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) sebagai langkah strategis untuk mentransformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.


Dorongan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Sanfeng Environment Group di Chongqing, Tiongkok. Perusahaan tersebut memiliki fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas mencapai 3.000 ton per hari yang dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.


Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempelajari penerapan teknologi pengelolaan sampah modern yang berpotensi dikembangkan di Indonesia, khususnya untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi.


TRANSFER TEKNOLOGI, BUKAN SEKADAR MEMBELI ALAT


Mentrans Iftitah menekankan bahwa kerja sama dengan negara lain, termasuk Tiongkok, tidak boleh berhenti pada pembelian mesin atau pembangunan fasilitas semata. Kerja sama harus disertai transfer pengetahuan dan teknologi agar Indonesia mampu mengoperasikan, merawat, serta mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri.


Penguasaan teknologi menjadi kunci agar Indonesia tidak terus bergantung pada tenaga ahli maupun dukungan teknis dari luar negeri.


Karena itu, pelatihan bagi operator, teknisi, dan tenaga pemeliharaan lokal perlu menjadi bagian penting dalam setiap kerja sama pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.


PENINGKATAN SDM JADI KUNCI KEBERHASILAN


Selain penguasaan teknologi, pembangunan ekosistem pengolahan sampah modern juga harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).


Pendidikan, pelatihan vokasi, dan riset perlu diperkuat untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri pengolahan sampah dan energi.


Dengan demikian, masyarakat di kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam pengoperasian dan pengembangan industri berbasis teknologi.


BUKA PELUANG KERJA DAN EKONOMI BARU


Penerapan teknologi modern memang berpotensi mengurangi sejumlah pekerjaan manual. Namun, di sisi lain, teknologi ini juga membuka peluang kerja baru yang membutuhkan keahlian lebih tinggi.


Peluang tersebut mencakup bidang rekayasa, pengoperasian mesin, pemeliharaan peralatan, pengelolaan energi, hingga pengendalian dampak lingkungan.


Apabila diterapkan dengan perencanaan yang tepat, pengolahan sampah menjadi energi dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.


MENUJU KAWASAN TRANSMIGRASI MANDIRI DAN BERKELANJUTAN


Pengembangan teknologi waste-to-energy berpotensi memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi beban sampah sekaligus menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi.


Bagi kawasan transmigrasi, pendekatan ini dapat menjadi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi baru yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, pemanfaatan energi, peningkatan kualitas SDM, dan penciptaan lapangan kerja.


Melalui penguasaan teknologi dan transfer pengetahuan, pemerintah diharapkan mampu mendorong kawasan transmigrasi berkembang menjadi wilayah yang lebih mandiri, berdaya saing, serta memiliki fondasi ekonomi berkelanjutan.


Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa transformasi kawasan transmigrasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dan penguasaan teknologi untuk masa depan Indonesia.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar