News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tragis! Bayi di Samarinda Meninggal Dunia, Diduga Terdampak Kabut Asap Karhutla

Tragis! Bayi di Samarinda Meninggal Dunia, Diduga Terdampak Kabut Asap Karhutla

 



SAMARINDA – FBINEWS


Duka menyelimuti sebuah keluarga di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Seorang bayi dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (15/10/2026) setelah mengalami sesak napas berat. Keluarga menduga kondisi tersebut dipicu oleh paparan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Peristiwa memilukan itu terjadi di kawasan Jalan Diponegoro, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.


Berdasarkan laporan media, kakek korban bernama Sarno menuturkan bahwa kabut asap akibat karhutla begitu pekat hingga masuk ke dalam rumah. Setelah terpapar asap tersebut, sang bayi mengalami gangguan pernapasan serius.


Melihat kondisi korban yang semakin mengkhawatirkan, keluarga segera membawa bayi tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.


Sempat Dirawat di ICU


Tim medis berupaya memberikan perawatan intensif untuk menyelamatkan nyawa korban. Namun, kondisi kesehatan bayi terus memburuk hingga harus mendapatkan penanganan di ruang Intensive Care Unit (ICU).


Meski telah menjalani perawatan intensif, nyawa bayi tersebut akhirnya tidak dapat diselamatkan.


Kejadian ini menambah keprihatinan masyarakat terhadap dampak kabut asap karhutla, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.


Meski keluarga menduga paparan kabut asap menjadi pemicu utama kondisi korban, penyebab pasti kematian secara medis masih memerlukan konfirmasi dari pihak rumah sakit maupun instansi kesehatan terkait.


Kabut Asap Ancam Kesehatan Masyarakat


Kabut asap akibat karhutla mengandung partikel halus dan berbagai zat pencemar yang dapat mengganggu sistem pernapasan. Bayi dan anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan karena sistem pernapasan mereka masih berkembang.


Paparan asap dalam konsentrasi tinggi dapat memicu batuk, iritasi saluran pernapasan, sesak napas, hingga memperburuk kondisi kesehatan tertentu.


Masyarakat di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika kabut asap mulai menebal. Warga disarankan membatasi aktivitas di luar rumah, menutup pintu dan jendela saat kualitas udara memburuk, serta menggunakan penjernih udara dengan filter HEPA apabila tersedia.


Kelompok rentan sebaiknya dijauhkan dari sumber asap. Jika harus bepergian, masyarakat perlu memperhatikan kualitas udara dan mengikuti anjuran petugas kesehatan mengenai perlindungan pernapasan yang sesuai.


Orang tua juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, napas berbunyi, dada tertarik ke dalam saat bernapas, atau tampak lemas dan sulit merespons.


Perlu Penanganan Serius


Peristiwa yang menimpa bayi di Samarinda ini menjadi pengingat bahwa dampak karhutla bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga ancaman nyata terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.


Penanganan kebakaran hutan dan lahan, pemantauan kualitas udara, serta perlindungan terhadap warga di wilayah terdampak menjadi langkah penting untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.


Masyarakat berharap upaya pengendalian karhutla dapat dilakukan secara maksimal agar kabut asap tidak terus mengancam kehidupan warga, khususnya bayi dan anak-anak yang paling rentan terhadap pencemaran udara.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar