Tampilkan postingan dengan label MBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MBD. Tampilkan semua postingan

2021/03/25

POLRES MBD MENUJU POLRI YANG PRESISI


   
MBD-FBINEWS.NET

Menuju pelayanan prediktif responsif, transparan berkeadilan atau presisi sejalan dengan program prioritas Kapolri, Polres Maluku Barat Daya (MBD) meluncurkan program Polisi Mengajar di wilayah perbatasan dan pesisir.

Prgram polisi mengajar dikemas dalam sebuah kegiatan yang disebut polisi peduli pendidikan anak perbatasan dan anak pesisir atau ‘Papeda Panas’ dengan melibatkan Bhabinkamtibmas sebagai pengajar dengan sasaran anak-anak usia dini di kabupaten dengan tajuk Kalwedo.


Sebagai Kepolisian Resor sebagai satuan kerja ditingkat kabupaten yang berkedudukan dibawah Kepolisian Daerah Maluku, Polres MBD mempersiapkan diri menuju polri yang presisi.

Hal ini sebagai bentuk implementasi program prioritas Kapolri serta mempermuda pelayanan prediktif, responsibilitas, transparan berkeadilan (presisi) kepada masyarakat.

Kapolres MBD AKBP Budi Adhy menjelaskan tujuan dengan dibuatnya kegiatan Papeda Panas sasarannya kepada anak usia dini di wilayah perbatasan dan pesisir.

”Jadi kita punya program dengan nama Papeda Panas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ilmu pendidikan dan meningkatkan wawasan kebangsaan terhadap anak di perbatasan dan pesisir,” jelas Kapolres.

Program Papeda Panas ini sendiri menunjut para Bhabinkamtibmas mengajarkan baca, tulis, cerita dongeng atau bermain sambil belajar kepada siswanya.
Dalam kegiatan belajar itu, kita juga mensialisasikan himbauan kamtibmas kepada mereka juga penerapan protokol kesehatan,” kata Kapolres.

Selain itu untuk juga jelas Kapolres, pihaknya juga mengelar ibadah dalam rangka menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
Kemudian memastikan kondisi keamanan di masyarakat, Polres MBD juga melakukan patroli roda dua dari Unit Sahbara, polsek jajaran hingga ke pelosok dalam rangka menciptakan rasa aman masyarakat.

Kapolres juga menjelaskan ada juga program pendekatan kepada masyarakat dengan menghadirkan polisi di pulau terluar guna membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendekatkan diri dan menjadi polisi yang dicintai masyarakat.
Disamping itu juga ada program silahturahmi Kapolres, Polsek jajaran dan Bhabinkamtibmas kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat dalam rangka meciptakan situasi yang kondusif di wilayah MBD.

”Terjalinya komunikasi yang antara polri dan tokoh agama, pemuda, masyarakat adat saya kira dapat menciptakan kondisi yang kondusif di wilayah MBD termasuk ada sejumlah program lain yang sudah dilaksanakan saat ini seperti Satu Darah MBD, Pela Gandong, Ina Ama, dan Kampung Tanggug Kalwedo,” terang Kapolres.

Dijelaskan luas wilayah Kabupaten MBD adalah 72.423,61 kilometer persegi yang terdiri dari 8.648 kilometer persegi atau 11,94 persen daratan dan 63.775 kilometer persegi atau 88,06 persen perairan, sehingga diperlukan upaya optimalisasi kegiatan kepolisian untuk menjaga dan mengamankan wilayah MBD dari semua gangguan kamtibmas yang ada.

Selain itu guna menjamin stabilitas kamtibmas di Kabupaten MBF dan mewujudkan kehidupan manusia dan masyarakat yang cerdas adis, sejahtera, tangguh dan lestasi yang dijiwai budaya Kawedo dalam keutuhan NKRI, Polres MBD telah melakukan berbagai upaya dan langkah strategis yang tersusun dalam program kerja serta mengelar kekuatabta sampai dengan tingkat polsek.

”Pogram dan semua kegiatan ini kami berharap mampi mempercepat proses tranpormasi polri di wilayah Kabupaten MBD untuk menjadi polri yang presisi serta dapat meminimalkan gangguang kabtibmas dan menjadikan Polres MBD semakin dicintai oleh masyarakat sekaligus mewujudkan program prioritas Kapolri yaitu Polri yang Presisi,” tandasnya. (RK)

2021/03/17

Klasis GPM Lemola Dukung Penuh Penegakan Disiplin Prokes di MBD


   

MBD - Fbinews.net

Ketua klasis GPM Lemola “Pdt. Melkianus. M .Timisela, S.Th” mendukung penuh pelaksanaan operasi gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Guna pencegaan penularan virus Corona, maka lembaga Gereja Protestan Maluku Klasis Lemola telah membentuk BPB Klasis Lemola.

“Ini sesuai dengan aturan Sinodeal yang mana mengharuskan setiap jemaat atau Klasis untuk membentuk Tim Kerja /Badan Penanggulangan Bencana di tingkat Klasis. Agar dapat membantu menanggulagi bencana yang terjadi di jemaat-jemaat yang berada di wilayah klasis tersebut. Disamping itu BPB Klasis Lemola Hadir untuk turut membantu dan bersama-sama FORKOMPINDA dalam penerapan Prokes dan mengsosialisasikan ke masyarakat/ umat yang berada di Kota Tiakur Kab. MBD.




Ketua Klasis Lemola “Timisela  menjelaskan bahwa dukungan penuh kami kepada pemerintah daerah terkait penegakan disiplin prokes menjadi tugas kita semua, agar dapat memutus rantai penyebaran virus Corona di wilayah kita ini. Apalagi wilyah kita ini merupakan kepulauan yang berbatsan dengan Negara tetangga kita Timor-leste untuk itu sangatlah penting adanya kerja sama yang baik dalam penanggulangan waba virus corona. Pihak kami juga akan selalu berkoordinasi dengan GUSTU MBD agar kami di tingkat kelembagaan GPM Klasis Lemola dapat secara berkelanjutan untuk menerapkan Prokes di setiap jemaat yang ada di wilayah kami dengan baik. Kegiatan kami akan berlanjud dengan pembagian masker, vitamin-C, dan hand sanitizer pada jemaat yang akan melangsungkan persidangan jemaat antara lain ; jemaat Sera pulau lakor, jemaat Yohia pulau Leti dan Jemaat Poliu Pulau Moa. Berlanjut dengan penyuluhan penerapan sangsi disiplin prokes bagi jemaat-jemaat yang kami kunjungi dalam pembagian bantuan.



Disinggung mengenai edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh Klasis GPM Lemola, “Timisela mengatakan edukasi sudah dilakukan dari awal oleh jajarannya sampai ketingkat jamaat-jemaat  Hanya saja, sanksi seperti yang diatur dalam Pergub/Perbub belum ada dan edukasi dilakukan secara komunikatif, persuasif serta humanis. Walaupun telah diedukasi, masih banyak masyarakat yang tidak disiplin dan belum sadar akan pentingnya memakai masker serta menerapkan prokes lainnya. “Ini menjadi tantangan kita bersama dalam penerapan prokes di masyarakat/umat” maka pada hari ini BPB Klasis GPM Lemola ikut serta dalam kegiatan Yustisi yang di lakukan oleh GUSTU ‘katanya.

Ketua Klasis Lemola “Timisela  “menambahkan dengan konsistensi penegakan aturan yang tertulis di dalam pergub dan perbup, masyarakat /umat lambat laun akan menyadari pentingnya pemakaian masker dalam setiap aktivitas sehari-hari di luar rumah. Dilihat dari implikasi pelaksanaan sosialisasi selama dua minggu dan penerapan sanksi administrasi, masyarakat sudah sangat konsisten menggunakan masker. “Hanya saja penggunaannya belum benar seperti tidak menutup hidung dan dagu. Hanya menggantung di leher. Itu yang harus lebih ditekankan saat ini, benteng pertahanan terbaik yang bisa kita lakukan adalah menerapkan prokes secara ketat,dan jaga imun tubuh” tutur Kekla Timisela.. (17-maret-2021) 
 
***JQ27***

2021/03/06

Jelang Peringatan HUT KOREM 151 ke 18. Kodim 1511 Moa Bersinergi Laksanakan Karya Bhakti di tempat Ibadah

   
MBD –FBINEWS.NET

Dalam rangka memperingati HUT Korem 151 ke 18 Tahun 2021 yang jatuh pada tanggal 13 maret 2021 mendatang, Kodim 1511/Moa ( Maluku Barat Daya) Bersinergi bersama Polri dan para pelayan di jemaat GPM tiakur melaksanakan kegiatan Karya Bhakti membersihkan tempat ibadah (gedung gereja Eliora) dan sarana umum. Sabtu (06/03/21).


Dandim 1511/Moa Letkol Inf. Wira Muhharromah ,”Kegiatan ini adalah dalam rangka memperingati HUT Korem 151/Binaiya ke 18 Tahun, sekaligus menyambung tali silahturahmi dan menjaga kekompakan TNI-POLRI bersam masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan NKRI-Timor Leste yang mana masuk dalam wilayah kabupaten Maluku Barat Daya-provinsi Maluku. Dengan harapan Kebersihan sarana umum atau gedung gereja sangat penting guna memberi kenyamanan bagi masyarakat/umat yang datang beribadah serta menciptakan kebersihan lingkungan dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik”ujarnya.


“ Pembersihan secara gotong royong,bukan hanya disini saja di setiap Koramil diwilayah Jajaran Kodim 1511/Moa secara serentak melakukan Karya Bhakti membantu warganya masing-masing melakukan kegiatan pembersihan tempat ibadah dan sarana umum,”Pungkas Wira M.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh ,Dandim Moa Letkol Inf. Wira Muhharromah beserta anggota kodim dan Danpos Udara, Danpos Laut yang berada di wilayah MBD, Kapolres MBD AKBP. Budi Adhi Buono, S.H, S.Ik, M.H beserta 20 orang anggota, Danki Brimob bersama Anggota 20 orang anggota serta Ketua Majelis Jemaat Tiakutur Pdt. R.M. Maail, S.Teol dan para perangkat pelayan Majelis Jemaat GPM Tiakur, dan kegiatan ini pun mendapat dukungan dan respon positif dari umat agar supaya kegiatan serupa terus dapat dilaksanakan.

Adapun sasaran Karya Bhakti Koramil Penajam yaitu " pembersihan lingkungan gereja Eliora dan sarana umum. Adapun harapan harapan dari Dandim MBD bahwa kegiatan ini berdapak positif bagi kita semua dan masyarakat/umat sehingga dalam masa pandemi covid-19 prokes dapat diterapkan dengan baik dalam setiap kegiatan kita di tengah masyarakat..
Kalwedo..( JQ ).

2021/03/02

LEGISLATOR MBD SEBUT ADA DISKRIMINASI DAN PEMBATASAN HAK HIDUP OLEH PEMPUS DAN PEMPROV.

   
MALUKU BD-FBINEWS.NET

Terhadap Peraturan Presiden Republik Indonesia No : 10 tahun 2021 tentang bidang usaha penanaman modal yang tidak mengakomidir propinsi maluku sebagai salah satu daerah sentra produksi minuman tradisional membuat salah satu kegislator asal maluku barat daya angkat bicara.

Menurut salah satu anggota DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya Yesri Lolopaly SH berpendapat, setelah dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor :10 tahun 2021 maka Presiden Jokowidodo terkesan telah membatasi hak hidup rakyat Maluku. Kritikan tersebut bukankah tanpa alasan. Bagi Lolopaly, sesungguhnya Perpres ini sangat berdampak baik pada peningkatan taraf ekonomi masyarakat penyuling minuman tradisional (sopi) di Maluku.

Kepada pers di sekretariat Partai Demokrat Kabupaten Maluku Barat Daya , (1/3/2021) Yesri menjelaskan, selaku Wakil Rakyat yang mengemban amanah rakyat, maka terkait Peraturan Presiden No : 10 tahun 2021 tentang bidang usaha dan penanaman modal , yang di teken oleh Presiden pada tanggal (2/2/2021) untuk melegalkan minuman (sopi) di beberapa daerah yakni , propinsi NTT , BALI , SULUT dan PAPUA sangat mendiskriminasikan masyarakat maluku.

“sangat tidak adil karena Propinsi Maluku dilupakan. kalau bicara tentang minuman tradisional (sopi) , maluku termasuk daerah produksi terbesar
namun terhadap perpres ini , selaku wakil rakyat kabupaten (MBD) kami berpendapat, Presiden telah melakukan diskriminasi terhadap masyarakat Maluku”, tuturnya.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kab. MBD ini berpandangan, jauh sebelum kemerdekaan, Maluku adalah salah satu daerah yang membentuk negara republik indonesia. Dengan begitu, terhadap kondisi ini pak jokowi melegalkan produksi minuman keras pada beberapa daerah nanun mengapa propinsi maluku tidak termasuk dalam skala prioritas pemerintah pusat..? tanya Lolopaly.

Yesri menjelaskan, berdasarkan undang-undang dasar 1945 pasal 28 telah ditegaskan bahwa, setiap orang berhak untuk hidup dan berhak untuk mempertahankan hidupnya. Nah dengan demikian, kalau bicara tentang minuman tradisional (sopi) berarti bicara tentang pendapatan ekonomi masyarakat maluku khususnya di jasirah tenggara raya.

oleh sebab itu dirinya menilai, presiden sudah membatasi hak hidup rakyat Maluku jika dilihat dari sisi ekonomi tegas pria asal pulau wetar ini.

“kalau dilihat dari sisi budaya di dalam pasal 28 ayat 18 (b) , maka negara harusnya menghormati dan menghargai kesatuan masyarakat hukum adat dengan hak-hak tradisionalnya , sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi”, tandasnya.

Dia menuturkan, pada bulan oktober 2016 silam, Sopi telah di tetapkan sebagai wariasan budaya oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) maluku, namun terkait hal ini (minuman tradisional red) mengapa pemerintah propinsi maluku tidak mengusulkan kepada Pak Presiden untuk selanjutnya di tetapkan dalam peraturan presiden No:10 tahun 2021 sehingga, dalam produksi minuman keras bisa dilegalkan oleh pemerintah, kesalnya.

Olehnya itu, Lolopaly meminta Gubernur dan DPRD Propinsi Maluku agar secepatnya mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Propinsi Maluku dapat diakomodir masuk dalam Perpres dan setara dengan empat propinsi lainnya, imbuh Yesri.

“Sebagi wakil rakyat, saya meminta kepada saudara gubernur dan teman-teman legilatif (DPRD) Propinsi Maluku atau komisi yang membidangi minuman keras , sehingga hal ini secepatnya di usulkan kepada permerintah pusat dalam hal ini bapak presiden , sehingga status Propinsi Maluku bisa sama dengan empat propinsi yang lain” cetusnya sembari menambahkan, dengan legalnya produksi minuman keras maka, investor asing maupun lokal akan berani untuk membangun pabrik industri pengolahan di Maluku sehingga ada multiplayer efect secara ekonomi yang didapatkan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai petani sopi, ungkap Lolopaly di akhir Press conferencenya.(nps)

2021/01/30

Kejari MBD Jadi Orang Pertama Penerima Vaksin Sinovac


   
MBD-FBINEWS.NET
 
Pada hari pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kepala Kejaksaan Negeri MBD, Herwin Ardiono, SH menjadi orang pertama dari beberapa orang yang pertama di kabupaten MBD yang menerima vaksinasi. Dari Pejabat, Camat, unsur TNI-Polri dan Puteri Pariwisata MBD. Kegiatan berlangsung pada hari jumat tanggal 29/01/2021 di gedung serbaguna KALWEDO.


Dalam syarat dan ketentuan Semuanya yang masuk dalam daftar 10 (Sepuluh) pejabat publik dan 1.110 tenaga kesehatan (Nakes) yang berhak menerima pertama vaksin, tahap pertama diterima oleh 1.220 orang. Nakes itu sudah termasuk juga pegawai administrasi, satpam dan klining service. Vaksin akan diterima dua kali untuk setiap penerima, terhitung dua minggu atau 14 (Empat belas) hari setelah menerima vaksin pertama.

Maka terhitung sudah total vaksin yang telah ditiba dan diterima oleh kabupaten MBD adalah sebanyak 2.240 vaksin Sinovac. Vaksin akan dilakukan hingga tahun tahun depan (2022 Red), dilaksanakan dalam 4 tahapan. Tahapan pertama untuk 1.120 orang, yaitu 10 pejabat public dan 1.110 Nakes, tahap kedua untuk orang yang rentan, tahap ketiga untuk pelaku bisnis dan tahap keempat untuk masyarakat.

Penerima vaksin akan dilayani dalam empat kategori. Yakni, Meja Pertama Pendaftaran, Meja Kedua Screning, Meja Ketiga Vaksinasi dan Meja Keempat Pencatatan dan Observasi. Sebelum pelaksanaan vaksin Covid-19 dilakukan screening terhadap penerima vaksin, tidak semua bisa mendapat vaksin. Baik itu pemimpin daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tenaga kesehatan, pelaku bisnis dan masyarakat.

Screening dilakukan untuk memastikan fisik penerima vaksin. Kondisi yang tidak dapat diberikan vaksin Covid-19, yakni pernah terkonfirmasi Covid-19, ibu hamil dan ibu menyusui. Kondisi yang menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penyakit jantung, autoimun dan saluran pencernaan kronis. Kemudian penderita hipertiroid, kanker, diabetes melitus, HIV dan tuberkolosis.

Apalagi yang memiliki penyakit bawaan, tidak diizinkan menerima vaksin. Kondisi ini membuat tim kesehatan perlu memeriksa secara teliti calon penerima vaksin, sebelum vaksinasi tahap pertama dilakukan. Calon penerima vaksin, harus menjelaskan secara rinci bagaimana kondisi kesehatannya sebelum menjalani vaksinasi.

Pasalnya, ada beberapa kondisi yang membuat kesehatan tertentu tidak diimbau untuk melakukan vaknsinasi. tidak ada syarat khusus sesungguhnya bagi orang yang akan diberikan vaksin, sepanjang kondisi tubuh calon penerima vaksin sehat dan tidak dalam kondisi sakit. KALWEDO

2021/01/13

Kunjungan Danrem 151 Binaiya Bawa Sejumlah Petinggi Korem Ke Moa


   

MALUKU BARAT-FBINEWS.NET

" Danrem 151 Binaiya Brigjen TNI Arnol A.P Ritiauw dan Ibu serta Rombongan Tiba dibandara Yos Orno Imsula Selasa 12 Januari 2021 Pukul 11.20 wit menggunakan maskapai penerbangan Trigana Air no Flight IL 427. kehadiran Danrem dan ibu beserta Rombongan dalam rangka dalam rangka Pelantikan Komandan Kodim 1511/P. Moa (Letkol Inf. Wira Muharromah, SH) yg bertempat di gedung Kodim Moa Kelurahan Tiakur Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku.

Adapun Rombongan Danrem 151/Binaiya dan Ibu, Kasiter Korem 151/Binaiya, Kolonel Inf Jocky Pesulima, Ibu Kasiter Korem 151/Binaiya, Ibu Jovita Rina Natalia, Kasipers Korem 151/Binaiya, Kol.Inf Arief Budiono,Ibu Kasipers Korem 151/Binaiya, Ny Rini Indah Jauharoh, Dandim 1502/Masohi, Letkol Inf Nunung Wahyu Nugroho, Ibu Dandim 1502/Masohi, Ny.Titha Herlina Wati,Dandim 1503/Tual, Letkol Inf. Mario Christian Noya, Ibu Dandim 1503/Tual, Ny.Christina Andriana S.P. SE, Dandim 1504/Ambon, Letkol Inf. Dominggus C Soumakil, Ibu Dandim 1504/Ambon , Ny.Soumakil, Dandim 1506/Namlea, Letkol Agus Guwandi, Ibu Dandim 1506/Namlea, Ny.Ery Prasetyanti. R. Prabandari, Dandim 1507/Saumlaki, Letkol Inf. Indra Hirawanto, Ibu Dandim 1507/Saumlaki, Ny.Dian hardiyanti hirawanto.


Turut hadir bersama Rombongan Danrem 151/Binaya di kediaman Sekda MBD Sbb,Dandim 1511/ P. Moa, Letkol Inf. Wira Muharromah,Waka Polres MBD, Kompol J.Parinussa SH, MH, Ketua DPRD Kab. MBD, atau yg mewakili/ Bpk. Odis Kaihoru, Kajari MBD, atau yg mewakili/ Bpk. Sudarmono Tuhulele. SH, Pabung TNI – AL, Kapten Laut M. Taufik, Pa Bung TNI-AU, Letda Sus Albertus Guntur ,ST, Asisten 1, Bpk Dace Remialy.

"Menurutnya alasan saya membawah sejumlah petinggi Korem agar dapat melihat secara langsung wilayah Maluku Barat Daya dengan wilayah kepulauan dan berada pada perbatasan NKRI Timor Leste dan secara khusus bagi kemajuan dan kejayaan Kodim 1511 Moa.

Pukul . 11 : 30 WIT. Danrem 151/Binaya beserta rombongan di sugguhkan jamuan minum dan dilanjutkan makan siang makan siang Pukul. 13:15 WIT. Rangkaian kegiatan tiba di kediaman sekda MBD selesai selanjutnya Danrem 151/Binaya beserta rombongan menunuju penginapan Tiakur Beack untuk Istirahat. 

Setelah itu beristirahat sejenak di penginapan Tiakur Beack, kini giliran ibu Danrem 151/Binaiya, Desy Olivia Silooy Ritiauw menyambangi kelompok kerajinan tangan kain tenun di desa Werwaru, kecamatan Moa, kabupaten MBD. Melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun dari benang, dengan menggunakan alat tradisional hingga menjadi kain tenun.

Dalam kegiatan tersebut ada hal yang Cukup menarik ketika ibu Danrem 151/Binaiya, Desy Olivia Silooy Ritiauw sampai ke kelompok kerajinan tangan kain tenun desa Werwaru, bukan hanya melihat saja. Akan tetapi berkenan mencoba secara langsung cara pembuatan kain tenun dari benang, dengan menggunakan alat tradisional hingga menjadi kain tenun yang menarik dan bernilai budaya. Apresiasi yang mendalam bagi para wanita MBD yang masih melestarikan kerajinan tenun ini..12/01/2021. **JQ..

2020/12/23

POLRES MBD GELAR OPERASI LILIN SIWALIMA TAHUN 2020




MBD : Fbinews.net


Menjelang Perayaan Hari Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, Polres MBD menggelar Operasi Siwalima Tahun 2020. Dengan tema ” Kita Tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi Terkait dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman pada Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Tengah Pandemi Covid-19” yang dilaksanakan di Lapangan Apel Kantor Polres MBD, Senin (21/12/2020).


Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, S.T, bertindak sebagai Inspektur Apel dalam kegiatan Gelar Pasukan Operasi Lilin Siwalima Tahun 2020, dan Komandan Apel adalah  Pour Log  Bag Sumda Polres MBD, IPDA. Hendrik Astanto dan bertindak selaku Perwira Upacara adalah Kabag OPS Polres MBD, AKP. Noovy E.A. Sapulette.





Sebagai tanda dimulainya kegiatan operasi Lilin siwalima Tahun 2020 dilakukan penyamatan pita oleh Inspektur Upacara pada personil Polres MBD, Kodim 1511 Pulau Moa, Brimob MBD dan  Dishub Kab. MBD. Bupati MBD  dalam kesempatannya sebelum membacakan amanat Kapolri, Jendral Pol. Drs. Idham Aziz, M.Si  mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik bagi seluruh komponen utama TNI-POLRI dalam pengamanan PILKADA MBD Tahun 2020 sehingga bisa berjalan dalam keadaan damai dan aman.


Dalam amanatnya Kapolri menyatakan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2020 ini diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polri mulai dari Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan. Apel ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi lilin 2020 menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.


Perayaan Natal dan Tahun  Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan di tempat-tempat wisata yang dapat meningkatkan aktivitas pada pusat keramaian yang tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.




Oleh karen itu, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin 2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari, yang dimulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 04 Januari 2021, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional, serta tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman.


Pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa sehingga menjadikan kita cenderung under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli, jangan sampai perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.


Beberapa penekanan yang disampaikan Kapolri untuk dipedomani guna mendukung keberhasilan pelaksanaan operasi ini adalah sebagai berikut : Pertama, Siapkan mental dan fisik dan jaga kesehatan dan niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada TYME. Kedua, Lakukan deteksi dini dengan memetakan dinamika dan fenomena yang berkembang sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat. Ketiga, Tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan. 


Keempat, Laksanakan pengamanan secara profesional dan humanis  serta berikan pelayanan terbaik. Kelima, Laksanakan penegakan hukum secara profesional dan proposional serta bertindaklah  secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Keenam, Mantapkan kerja sama, sinergi dan solidaritas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi. Ketujuh, Tetaplah menjadi teladan bagi keluarga, rekan dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.


Hadir dalam kegiatan apel ini, Ketua DPRD Kab.MBD, Waka Polres MBD,  Kasdim 1511 Pulau Moa, Kabag, Kasat dan Perwira Staf Polres MBD, Pabung TNI AL, Kasatgas Puter TNI AL, Pabung TNI AU, Danki Brimob Yon C Pelopor, Kapolsek Moa Lakor, Pimpinan OPD Lingkup Kab. MBD, Sekretaris Klasis Lemola, serta Kepala Desa Wakarleli. Kalwedo... 


(DKI) Jack