Tampilkan postingan dengan label Seni & Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni & Budaya. Tampilkan semua postingan

2021/04/05

SELEKSI ATLET ESPORTS KOTA MOJOKERTO SELESAI DIGELAR. BAGAIMANA HASILNYA?

   
MOJOKERTO-FBINEWS.NET

Seleksi atlet esports kota Mojokerto digelar di Kopie Gede Roso (GR) jalan Kuwung Meri kota Mojokerto pada Minggu (4/4/2021).


Hadir juga dalam kegiatan seleksi tersebut, bapak Daniel Agung (Ketua Harian ESI Jawa Timur) dan bapak Abdul Halim (Ketua Bidang Organisasi ESI Jawa Timur).

Ada 3 kelas yang dipertandingkan dalam seleksi tersebut yaitu: PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG), Mobile Legenda:Bang-Bang (MLBB) dan Free Fire (FF). 


Seperti rencana semula bahwa hasil seleksi ini akan dikirim ke KONI Kota Mojokerto. Tujuannya adalah atlet yang lolos seleksi tersebut akan dibina dan dilatih untuk diturunkan pada event-event yang sudah terjadwal di ESI Jawa Timur ataupun ESI Pusat.

Pembinaan atlet esports kota Mojokerto tidak hanya soal kemampuan dalam pertandingan tapi juga tentang attitude, manajeman waktu dan juga kesehatan atlet. 

Sebagaimana pesan dr. H. Rambo Garudo M.Kes (ARS) selaku ketua Esports Indonesia (ESI) Kota Mojokerto saat memberikan sambutan pada pembukaan seleksi atlet menyatakan, " Sekarang main game Itu ada pertandingannya. Resmi. Tapi jangan lupa belajar, istirahat (tahu waktu) dan yang paling penting menurut pada orang tua."

Berikut ini daftar peringkat 3 besar hasil seleksi atlet Esports Indonesia (ESI) Kota Mojokerto tahun 2021

A. Kelas: Free Fire (FF):
1. Zaqqy Augten Kusuma
2. Anugrah Damar Putra Jadmiko
3. Yossy Diansa

B. Kelas: PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG):
1. Vio Sodi Armanda 
2 Vinny Nailah Eka Putri 
3 Muhammad Bagus Raharjo

C. Kelas: Mobile Legenda:Bang-Bang (MLBB):
1. M. Rofi Putra Pratama 
2. M. Andrian Febriano 
3. Tesa Lonika A. 


(Agus Buyut)

2021/04/04

PESONA MAJAPAHIT DI MATA PELUKIS

 

MOJOKERTO-FBINEWS.NET

Sebagai rangkaian kegiatan bursa dan pameran lukisan yang bertajuk Swarna-warni di ruang Alfresco, Sunrise Mall Jl. Benteng Pancasila Kota Mojokerto, para perupa yang datang dari berbagai kota di Jawa Timur melakukan kegiatan melukis On The Spot (OTS) di candi Tikus Mojokerto Sabtu (3/4/2021).


Tempat ini memang sering digunakan para seniman untuk berkarya. Baik itu dari Mojokerto sendiri maupun dari kota-kota lain seperti dari Jogja ataupun Solo. Tentu saja hal itu karena lokasi ini memiliki keunikan keindahan tersendiri dalam pandangan mereka. Salah satunya adalah karena tempat ini merupakan rekaman jejak luhurnya budaya masa lampau.

Pada tahun 1914 di desa Temon dan sekitarnya sedang dilanda hama tikus, sewaktu dikejar kawanan tikus tersebut selalu masuk ke dalam lubang yang berada di atas gundukan tanah. Akhirnya lubang dibongkar. Ternyata didalamnya terdapat sebuah bangunan kuno berbentuk petirtaan yang kemudian diberi nama Candi Tikus.


Candi Tikus merupakan bangunan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 22,50 X 22,50 meter dan tingginya 5,20 meter. Berbahan bata merah sedangkan untuk pancuran air yang berbentuk makara dan padma dibuat dari batu andesit. Candi Tikus merupakan penggambaran dari Gunung Mahameru, yaitu bentuk bangunannya yang kian keatas kian kecil serta bangunan induk seakan memiliki puncak utama yang dikelilingi oleh delapan puncak yang lebih kecil.

Secara umum orang datang ke tempat ini ataupun ke situs-situs lainnya karena keterkaitan sejarah kebesaran Majapahit. 

"Saya sudah dua kali melukis dengan objek situs peninggalan Majapahit. Pertama melukis candi Brahu. Dan kedua melukis candi Tikus. Kenapa tertarik melukis dengan objek peninggalan Majapahit tersebut selama berada di Mojokerto, karena tempat-tempat itu merupakan kekayaan Mojokerto dan bahkan kekayaan Indonesia yang mengandung nilai histori tinggi." ungkap Susmiadi perupa dari Jember ketika dihubungi lewat telepon.

Belum lagi pelukis-pelukis lainnya seperti Mpu Haris. Mpu Haris seorang pelukis dari Mojokerto pernah mendapat pesanan melukis para pembesar Majapahit. Oleh karena minimnya referensi yang ada maka pencarian karakter para tokoh tersebut dilakukan secara khusus yaitu dengan pendekatan pada situs-situs Majapahit yang ada sampai lukisannya jadi.

Sedangkan Toby perupa dari Jombang juga menyatakan kalau lukisannya yang berobjek candi Tikus sudah ada terpajang di pos penjagaan situs candi Tikus. Kalau Priyok Dinasti perupa kota Mojokerto yang ketika dihubungi sedang pameran di Blitar memberikan pengakuan kalau dirinya merasakan ada panggilan yang sangat kuat untuk mengabadikan kebesaran masa Majapahit tersebut di dalam karya. Dan malam itu salah satu lukisan nya yang akan dikoleksi oleh budayawan Sunarto Timur berjudul misteri Candi Minakjinggo. Yaitu tentang candi yang berada di sisi timur kolam segaran.

Situs-situs peninggalan Majapahit ibarat gadis yang teramat cantik. Begitu menggoda untuk dikenal. Dan ketika sudah dikenal maka akan merasa ingin tahu lebih dalam. Pesonanya teramat kuat. Karena pesona yang dimiliki merupakan pancaran pesona yang dari dalam. 

Banyak orang berusaha mengeksplorasi pesona dari Majapahit. Dan nyatanya tidak sedikit yang kemudian menggunakannya sebagai penyemangat. Namun cukupkah Majapahit sekedar dilihat, dikagumi dan dijadikan penyemangat saja? Jawabannya tentu terletak pada masing-masing pribadi. Seberapa dalam mereka menyelami hingga benar-benar jatuh cinta dan bergegas untuk memiliki secara utuh tentang kebesaran Majapahit yang dalam gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja (satu kondisi yang sangat subur dan sangat makmur, tertib, tentram, sejahtera dan berkecukupan segala sesuatunya).(Agus Buyut)

2021/03/26

BURSA DAN PAMERAN LUKISAN BERTAJUK SWARNA WARNI DI SUNRISE MALL KOTA MOJOKERTO

   
MOJOKERTO-FBINEWS.NET

Goresan warna-warni diatas kanvas penuh mengisi ruang Alfresco Sunrise Mall Jl. Benteng Pancasila Kota Mojokerto. Itulah ajang bursa dan pameran lukisan yang digelar mulai Jumat (26/3/2021) dan akan berakhir Minggu (4/4/2021).


Sebanyak 26 perupa yang terlibat dalam pameran tersebut. Mereka datang dari tujuh Kota di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Surabaya, Jombang, Malang, Sidoarjo, Jember dan Mojokerto. 

Digelarnya bursa dan pameran ini memberikan kejutan tersendiri baik bagi masyarakat kota Mojokerto maupun para senimannya karena baru kali ini pameran lukisan digelar di pusat perbelanjaan di kota Mojokerto ini.


"Mall bukan hanya untuk tempat belanja saja tapi juga memberi nilai edukasi. Kami ada juga serangkaian acara les private pada anak-anak kami yang masih TK atau SD yang belum pernah melukis diatas kanvas, nanti diajari oleh para perupa yang menjadi peserta di acara ini. Selain itu juga event ini yang terpenting lagi juga memperkenalkan, mempromosikan Mojokerto melalui goresan kanvas melalui seni rupa" kata Prayogi Waluyo selaku Ketua Panitia Swarna Warni Sunrise 2021.

Sedangkan Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, S.E dalam sambutannya menyampaikan harapan agar perupa bisa menggali warisan-warisan kebudayaan dari zaman Majapahit untuk bisa ditampilkan sebagai karya seni rupa

"Sedikit mari kita flashback terkait bagaimana kita sebagai pewaris dari Majapahit/keturunan dari Majapahit yang memiliki beberapa warisan kebudayaan yang luar biasa yang terkenal dengan seni bangunan yang sangat tinggi dan diapresiasi oleh berbagai negara di luar Indonesia, maka bagaimana kita sebagai pewaris ini bisa menggali warisan-warisan budaya itu kemudian ditampilkan dalam berbagai bentuk termasuk salah satunya adalah seni rupa." kata Walikota Mojokerto.

Pameran kali ini menggunakan sebanyak 24 stand dengan menampilkan lukisan seperti potret, kaligrafi, landscape, sketsa, abstrak dan lain-lain yang bisa diapresiasi oleh para pengunjung. 


Agus Buyut

2021/02/03

Dian Wahyudi, Politisi yang Gemar Menulis Buku


   
LEBAK - FBINEWS.NET

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kabupaten Lebak, Dian Wahyudi terbilang rajin menulis buku. Baru-baru ini, 
'Bertualang di Curug", "Bertemu Marhaen" dan "Merawat Tradisi" dilouching ke publik, khususnya pencinta literasi di Kabupaten Lebak.

Dalam buku "Bertualang di Curug" yang dikeluarkan Dian Wahyudi pada 2020 silam, dia bertutur eloknya tempat wisata air terjun yang ada di Lebak.

Begitu pun pada "Merawat Tradisi" dan "Bertemu Marhaen" Dian juga menyisipkan kemolekan alam Lebak dalam coretan penanya.

Hobby bertulang ke beberapa obyek wisata yang masih "perawan" sepertinya mempengaruhi Dian saat mencoretkan apa yang dirasakannya.

Selain itu, pada beberapa bagian tulisannya, ada semacam sindiran kepada masyarakat Lebak yang masih lebih suka menghamburkan uang untuk berwisata ke luar daerah, daripada untuk mencintai obyek wisata di daerahnya sendiri.

"Tujuan tulisan dalam buku-buku itu sebenarnya sangat sederhana.Mari kita cintai daerah kita dengan segala potensinya dan juga kekurangannya," kata Dian Wahyudi saat berbincang dengan awak media, Rabu (3/2) di Rangkasbitung.

Kata dia, harus ada pendekatan dan cara masif, salah satunya melalui buku, untuk menggugah generasi muda mau membangun daerahnya.

"Jangan hanya bisa mengkritisi, justru yang dibutuhkan saat ini pemuda yang tak gengsi dan mau terjun langsung membangun desanya," kata Politisi PKS ini.

Dian mengatakan, buku-buku karyanya bukan untuk dijual atau komersil, namun untuk dibagikan ke relasi dan para pencinta literasi.

"Menulis sudah saya biasakan sejak sebelum terjun ke politik. Inspirasinya kadang datang saat berkeliling silaturahmi dengan masyarakat. Banyak hal yang bisa kita dengar dari masyarakat," tutur Dian.

Dia juga mengklaim, tulisannya akan mudah dipahami oleh semua kalangan, karena pemilihan kata dan gaya bahasanya ringan sehingga tidak bosan dibaca.

"Contohnya, yaitu saya pergi ke suatu tempat, itu yang saya ceritakan, ketemu siapa, kemana saja kita, dialognya, semacam orang bertutur," jelasnya.

Menurutnya, prinsip dasar dari tulisan di buku karyanya itu untuk menularkan kepedulian pada daerahnya.

"Kalau kita turun ke desa-desa, akan banyak hal yang bisa kita temui, mulai dari kehidupannya, kesusahannya, potensi desanya, atau budaya lokalnya, banyak yang bisa kita pelajari," tambahnya.

Dian juga mengatakan, akan terus menulis di saat-saat senggangnya untuk memperbanyak koleksi bukunya.

"Orang itu kalau menulis buku, maka kendati orangnya sudah wafat tapi buah pikirannya, idenya, masih akan dikenang, bahkan dijadikan referensi." pungkasnya mengakhiri wawancara dengan awak media. (Red)

2019/12/21

GEBRAKAN ALIANSI SENI RUPA MOJOKERTO DI AKHIR TAHUN




Mojokerto - Fbinews.net

Dengan bertempat di gedung Veteran, Jalan Hayam Wuruk 92 kota Mojokerto, Aliansi Seni Rupa Mojokerto (ASRM) mengelar pameran lukisan yang bertajuk JENGGELEK TANGI MELEK VI. Tidak hanya di ikuti oleh pelukis Mojokerto saja, pameran ini juga diikuti oleh para perupa dari berbagai daerah lain seperti dari Jombang, Sidoarjo, Surabaya, Garut dan Bali.
"Terdata ada 46 pelukis pada pameran kali ini" kata Priyok selalu koordinator penyelenggara pameran. 

Pameran  berlangsung selama 7 hari (20 - 27/12/2019). Masdibyo, perupa senior dari Tuban yang sudah melanglang ke berbagai negara di Asia dan Amerika sangat tertarik untuk membuka pameran ini. Beliau bahkan rela mengorbankan jadwal lawatan ke Singapura bersama rekan-rekannya yang sesama pelukis dari Korea Selatan. Banyak masukan yang di berikan oleh Masdibyo siang itu. Pelukis itu haruslah menjadi pengabdi garis dan bukan main-main dengan garis.

"Pengabdi garis yaitu , melukis adalah pilihan, melukis adalah hidup saya, melukis itu adalah media saya untuk berekspresi. Apa saja, senang, sedih, marah, susah, bahagia dan itu semua kalau pengabdi garis, segala sesuatunya itu bisa diramu menjadi hal yang artistik " kata Masdibyo dalam sambutannya.

Selanjutnya Masdibyo menyoroti tentang display karya. Karena persoalan display karya dalam sebuah pameran lukisan tidak bisa dianggap sepele. Display karya memiliki banyak nilai. Cara display mencerminkan penghormatan terhadap sebuah karya. Tinggi rendah penempatan lukisan harus masuk dalam perhitungan. Demikian pula persoalan penempatan antar lukisan dan penerangan.

"Karena apresian untuk menghargai karya kita tidak lepas dari cara display kita" lanjut Masdibyo.
Di sisi lain Masdibyo juga mengingatkan tentang manageman, marketing dan personality. Intinya, harus berangkat dari diri seniman itu sendiri untuk mencintai garis yang sudah dilahirkan sehingga apresian menjadi simpati, empati hingga kemudian ikut memiliki.

Ditemui terpisah, sebelum masuk pada langkah marketing Masdibyo mengingatkan tentang penguasaan teknik bagi para seniman itu sendiri. Manajeman waktu, ide, pemahaman media, komposisi, garis dan warna hingga masuk pada konsistensi karya.

Pekerjaan rumah selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pameran termasuk juga soal melibatkan pemerintah daerah dalam menggelar pameran. Untuk kedepan semuanya harus dipersiapkan dengan matang agar pameran-pameran berikutnya menjadi lebih baik. Guyub bareng demi meraih sukses bersama.

Agus Buyut

2019/11/25

DIANA COUTURE DESAINER HOLLYWOOD GOYANG MOJOBATIK FESTIVAL DI MOJOKERTO




Mojokerto - Fbinews.net

Dengan mengambil tempat di sisi selatan alun-alun(23/11/2018), pemerintah kota Mojokerto menggelar event spektakuler bernama Mojobatik festival. Kegiatan yang rencananya akan di gelar tiap tahun ini terasa istimewa bagi warga kota karena hadirnya Diana Couture seorang desainer tingkat dunia turut mengisi acara.

Malam itu Diana menampilkan karya-karnyanya yang menang di New York tahun 2016.
Dengan mengundang nya turut meramaikan event Mojobatik festival, pemerintah mengharapkan masyarakat yg menekuni usaha busana semakin termotivasi untuk berinovasi.
Diana Couture adalah putra kebanggaan kota Mojokerto yg berhasil merambah ke kancah internasional. Tidak hanya Diana, ada juga Irma Ilmiah dan Dwi Iskandar. Karya-karya mereka dibawakan dg apik oleh para peragawan-peragawati nya.

"Kegiatan Mojobatik Festival ini bagian dari upaya pemerintah Mojokerto dalam rangka mengangkat produk UKM kota Mojokerto khususnya dalam bidang batik yang saat ini sedang menggeliat luar biasa. " kata Ning Ita, panggilan akrab walikota Mojokerto Hj. Ika Puspita Sari SE.

Tema sisik gringsing memiliki makna tentang kemakmuran, kesejahteraan dan keseimbangan hidup. Ini menjadi penggarapan rakyat Mojokerto memiliki keseimbangan hidup baik yang bersifat jasmaniah maupun yang rohani.

Sementara itu Arumi Emil Dardak selaku Ketua Dekranasda Jawa Timur menyampaikan, kita harus bangga diamanahi, ditakdirkan lahir, tinggal dan besar di kota Mojokerto yang penuh dg budaya dan history yang menjadi kebanggaan  bahkan di jatim dan Indonesia. Maka pembangunan karakter, pengetahuan budaya dan sejarah anak-anak generasi muda khusus nya tentang Majapahit harus lebih hafal, lebih khatam pada generasi muda Mojokerto.

Malam itu artis Janeta Janet yang turut memeriahkan Mojobatik Festival  juga mengenakan batik sisik grinsing saat menggoyang Mojokerto.

Agus Buyut

2019/07/28

Polsek Batu ceper lakukan Pengamanan Pagelaran Musik Dangdut SK Mania Zedag-Zedug dan kegiatan santunan anak Yatim Piatu (Mustahik)




Tangerang - Fbinews

Personil Polsek Batu ceper telah melakukan Pengamanan terhadap jalannya acara Peringatan  2 Tahun Whatsapp Group SK mania, yang dimeriahkan dengan mengadakan  Pagelaran Musik Dangdut dari Grup SK Mania Zedag-Zedug , serta kegiatan santunan anak Yatim Piatu sebanyak 100 orang (Mustahik). 

Kegiatan musik dangdut SK tersebut dilaksanakan di lapangan Bola Iryan Selection JL. Irian election PAP kelurahan Batusari kecamatan Batuceper Kota Tangerang, dengan jumlah pengunjung kurang lebih sekitar 2.500 orang, dengan mengusung tema " Menjalin tali silahturahmim mengikat tali persaudaraan di Group Whatsaap (Family's Group ) dengan maksud dan tujuan kompak bahkan solid dengan cara berbagi rasa dalam nada"

Keluarga besar yang tergabung dalam WA Group Mania diantaranya , Soludarity Cipondoh bersatu,  SK Lovers bersatu,  Pilar kedoya,  badai comunity bersatu,  Julid bersatu,  LC Caca Veronica,  tukang ngayab bersatu,  Tangerang bersatu,  sahabat PA 2 NG,  Shotokaw jombang,  Bppkb Banten,  Niaga Fania dangdut,  SPBU Joglo Comunity,  Zahra Zaini,  LS Lovers,  Betawi Poris,  PFS Bersatu,  kerabat amanda SK, Setia Fans dan lain-lain. 

Acara tersebut selain dihadiri Wakapolsek Batuceper AKP Gunawan. S. Ap , Apanudin. ST (Djalu) , Bhabinkamtibmas  Bripka Joni. H , juga dihadiri beberapa Tokoh Masyarakat

Apanudin. ST (Djalu) anggota Dewan Pimpinan Rakyat Kota Tangerang dari partai Gerinda dalam sambutannya mengatakan " Selamat menikmati acara musik dangdut bagi warga masyarakat marilah kita jaga keamanan di dalam moment anniversary kegiatan pagelaran musik dangdut ini" katanya

Wakapolsek Batuceper AKP Gunawan. S. Ap sangat mengapresiasi kegiatan tersebut hal ini diungkapkan dalam sambutannya " Saya sangat mengapresiasikan di dalam hiburan masyarakat pada malam ini,  semoga grup Whatsapp SK mania semakin jaya dan sukses,  kami mohon jangan ada minuman keras,  jangan ada gesekan dan tawuran sesama penonton mari kita ciptakan lingkungan hiburan ini dengan aman dan kondusif, selamat menikmati hiburan kepada warga masyarakat yang telah hadir" ungkapnya

Pengamanan acara tersebut di pimpin langsung oleh Kapolsek Batuceper  Kompol Hidayat Iwan Irawan.SH.MA beliau menegaskan kepada masyarakat yang hadir   " Marilah kita jaga kegiatan pagelaran musik dangdut ini dengan penuh keikhlasan dan penuh tanggung jawab dalam pengamanan kegiatan ini dan jadikanlah tugas ini sebagai ladang ibadah kita" tegasnya 

(Humas Polsek Batuceper / Eko/Ari.