2017/10/21

PRESIDEN SAMPAIKAN PESAN UNTUK PENGOPRASIAN KAWASAN MANDALIKA

Tags


NTB- FBINews
Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan terkait pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pantai Kuta, Pulau Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (20/10/2017). Dia meminta kepada jajaran bawahannya untuk mendukung keberlangsungan pembangunan kawasan tersebut. 
"Pertama, ini kepada Pak Gubernur, Bupati, dan mungkin bisa dibantu pangdam dan danrem, hijaukan kawasan yang ada di sana. Ditanami biar hijau dan tambah cantik. Kawasan-kawasan yang kurang vegetasi ditanami. Ajak provinsi, kabupaten, dan pangdam, untuk ikut bersama-sama. Tanaman mau minta berapa ratus ribu atau juta saya kirim," tegasnya.

Selain itu, dia juga menginstruksikan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN pengembang dan pengelola kawasan Mandalika untuk menata kawasan tersebut dengan baik. Salah satu yang harus diperhatikan adalah mempersiapkan area khusus bagi pengunjung yang ingin membeli cendera mata khas kawasan itu.

"Jangan masyarakat diminta membuat sendiri-sendiri sehingga kawasan menjadi tidak tertata. Siapkan lahan untuk kawasan cendera mata biar masyarakat ikut menikmati kawasan ini. Bangun dan tata yang baik," pesan Presiden.

Dia juga mengingatkan untuk memunculkan kearifan lokal yang menjadi kekuatan kawasan tersebut. Apalagi, dia menyebut bahwa NTB memiliki kekuatan arsitektur yang unik dan kebudayaan yang kental, sehingga dapat memberi kesan tersendiri bagi para pengunjung.

"Harus ada pembedanya dengan Bali dan kawasan wisata yang lain. Di NTB ini memiliki kekuatan arsitektur yang baik, baik rumah-rumah suku Sasak dan lainnya. Kekuatan karakter harus dimunculkan. Jangan nanti di sini yang banyak malah rumah model Spanyol," ucapnya.

Sementara itu, kepada para investor, Presiden juga meminta agar mereka menaati peraturan yang akan ditetapkan. Jika konstruksi pembangunan tidak segera dilakukan setelah kontrak diterima, maka konsekuensinya adalah pencabutan kontrak kerja.

"Yang tanda tangan kontrak tolong diberikan klausul bahwa enam bulan ini harus dimulai. Jangan hanya dapat kontrak dapat lahan sekian hektare kemudian didiamkan. Kalau sudah selesai seperti ini yang antre (investasi) banyak," tegasnya.

Pengembangan KEK Mandalika memang menjadi salah satu perhatian utama Presiden. Pada September 2016 lalu, dia bahkan sudah mulai memperkenalkan pengembangan kawasan tersebut saat menjadi pembicara utama dalam forum bisnis yang digelar di Hotel Shangri-La Jing'an, Shanghai.

Saat itu, dia menyampaikan masih banyaknya keindahan alam Indonesia yang belum diketahui masyarakat internasional. Dia menyebut bahwa Indonesia tidak hanya memiliki Bali, namun juga salah satunya Mandalika di Lombok. Hal tersebut juga dia sampaikan dalam lawatannya ke Hong Kong pada Mei 2017 lalu. 

Selain itu, Presiden juga kembali mewanti-wanti agar pengembangan KEK Mandalika betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, terutama bagi sektor UMKM di Lombok. Hal itu pernah dia tegaskan sebelumnya saat memimpin rapat terbatas mengenai Proyek Strategis Nasional di NTB pada Februari 2017 lalu.

"Saya minta agar dalam pengembangan sektor pariwisata di kawasan Mandalika ini betul-betul memperhatikan dampaknya bagi ekonomi rakyat, terutama sektor UMKM," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden turut didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubenur NTB, M. Zainul Majdi. 

Source : Humas Kemensetneg
 


EmoticonEmoticon