2020/11/04

Camat Pasar Kemis H Chaidir Titip Pesan Keluar Rumah Wajib Pake Masker, Perhatikan 4M


Tangerang – fbinews.net


Penaganan Penyebaran virus corona di Kabupaten Tangerang dinilai cukup berhasil, Saat ini telah masuk zona Orange sebaran COVID-19 bersama 8 Kabupaten/ Kota di Banten.

Kasus penyebarannya tak pandang bulu menjangkiti korbannya, termasuk dari instansi pemerintah, perusahaan, industri kecil mencegah, pondok pesantren dan rumah tangg di Kabupaten Tangerang

Seperti yang dialami oleh Camat Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang yakni H. Chaidir, pernah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia sempat dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang menjalani perawatan. Namun setelah dinyatakan sembuh, H. Chaidir sudah diizinkan oleh dokter untuk pulang ke rumah dan menjalani aktivitasnya seperti biasa.

Berikut ini hasil petikan wawancara eksklusif Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Tangerang Abdul Munir, SP, M.Si dengan H. Chaidir di Gedung Bupati Tangerang, Rabu yang lalu (21/10/2020);

1. Bisa diceritakan bagaimana awal pertama kali terkonfirmasi positif Covid-19?

Kalau tahu pastinya saya kurang tahu kapan terkena virus, yang saya tahu sering menghadiri acara ke warga dan sosialisasi penanganan Covid-19 di wilayah Kecamatan Pasar Kemis, baik tingat desa, Kelurahan dan kegiatan yang dilakukan Ormas lainnya.

2. Bagaimana awalnya pengecekan suhu badan?

Pertama kali saya lakukan pengecekan rapid test, hasilnya reaktif. Lalu pengecekan kedua dengan swab, hasilnya negatif. Dan pengecekan ketiga dengan swab, hasilnya positif. Karena setiap ada kegiatan di Puskesmas saya seringkali hadir dalam kegiatan. Dan pada saat pengecekan swab yang ketiga, kurang enak makan, karena terasa pahit.

3. Bagaimana perasaan anda saat itu ketika mengetahui hal ini?

Saya tidak merasakan apapun secara psikologi, namun untuk indra perasa saya terasa pahit saja. Ternyata hasil bahwa terkonfirmasi positif Covid-19, disampaikan oleh pihak Puskesmas. Lalu saya dibawa dan diisolasi di RSUD Kabupaten Tangerang. Tidak ada perasaan apa apa seperti panik dan sebagainya, karena tidak merasakan gejala apapun. Hanya khawatir menularkan kepada orang terdekat terutama keluarga.

4. Gejala apa saja yang dirasakan?

Saya merasakan bahwa Indra perasa terasa pahit.

5. Seperti apa proses penangannya?

Untuk penanganan di rumah sakit saya selama 9 hari, dan selama 9 hari saya selalu dicek rutin seperti pengecekan suhu, darah, jantung dan juga pernapasan. Dan Alhamdulillah hasilnya normal, tetapi untuk darah ada kandungan virus Covid-19 di dalam darah.

6. Bisa diceritakan proses saat perawatan dan penyembuhan?

Saya di rumah sakit selama 9 hari. Pagi hari saya dicek suhu, darah, pernapasan dan juga jantung. Lalu untuk rutinitas dilakukannya pengecekan, minum obat, istirahat. Lalu hari kedua, saya diswab dan hasilnya tetap positif. Hari ketiga, masih tetap positif. Hari kedelapan, diswab hasilnya negatif. Dan hari kesembilan hasilnya juga tetap negatif. Akhirnya saya diperbolehkan untuk pulang. Yang terpenting adalah tidur yang cukup 8 jam, makan yang banyak dan teratur, minum vitamin dan juga minum obat yang diberikan dokter. Hanya itu yang dilakukan secara rutin. Dan mengendalikan perasaan dan pikiran yang netral dan juga positif.

7. Setelah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang, bagaimana tanggapan keluarga serta orang sekitar?

Merasa Alhamdulillah karena bisa pulang dan bisa sehat. Untuk keluarga dan tetangga tidak ada masalah, juga lingkungan kerja. Semua saling support dan saling memberi semangat. Semua juga saling mengingatkan untuk ke Puskesmas, yaitu Puskesmas Pasar Kemis dan juga Puskesmas Kotabumi.

8. Apa hikmah yang bisa dipetik dari kejadian ini?

Karena Covid-19 ini ada di lingkungan dan di sekitar kita, maka kita perlu waspada untuk menyikapi ini tapi jangan terlalu berlebihan. Kita harus tetap memperhatikan protokol kesehatan, dan disiplin pribadi dalam menjaga kesehatan dengan 3M yaitu Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

9. Pesan atau imbauan kepada masyarakat.

Kedispilinan masyarakat perindividu yang diperlukan dan ditingkatkan, jangan sampai protokol kesehatan ini diabaikan, karena Covid-19 memang benar adanya di lingkungan kita, baik di rumah, di tempat kerja dan lain sebagainya, kita tetap harus waspada dan jangan panik.

10. Pentingnya perhatikan protokol kesehatan?

Kita harus mengedepankan protokol kesehatan yang disiplin masing-masing individu dengan tetap perhatikan 4M (menggunakan masker, mencuci Tanggan pake sabun, menjaga jarak dan menjaga dari kerumunan). (Teddy/Rls)


sumber: IKP Diskominfo Kabupaten Tangerang


EmoticonEmoticon