-->

Iklan

Menu Bawah

SUNGGUH SADIS DAN KEJI HUJATAN TERUS MENERUS DI ALAMATKAN KEPADA ZULKIFLI ROBO (PETAHANA)

fbinews
18 Nov 2022, 11.14 WIB Last Updated 2022-11-18T04:17:42Z

  


Halsel - Fbinews


Jumat yang penuh Barokah' Desa mandaong kecamatan bacan selatan kabupaten halmahera selatan (Halsel) Propinsi Maluku Utara (Malut) di gegerkan, dan membuat gempar dengan banyaknya  selebaran yang membawa nama suku yaitu orang makian jumat 18/11/2022.


Baru kemarin, kamis tanggal 17/11/2022 Fitnah yang keji lewat media sosial (Facebook) yang di alamatkan oleh Cakades Petahana Desa Mandaong Zulkifli Robo, Ketua Panitia dan Bendehara tampa mendasar kini muncul kembali Hujatan serta Ujaran kebencian melalui selebaran yang sengaja di buang atau diletakan di pangkalan ojek desa mandaong oleh orang - orang yang ingin memecah belah warga desa mandaong yang sudah puluhan tahun hidup berdampingan, baku sayang satu sama laen dengan mancatut nama SUKU MAKIAN.


Yang di tuliskan pada selebaran dengan mencatut nama ORANG MAKIAN ini merupakan Bahasa yang ingin mengadu domba Basudara - basudara orang makian yang sudah puluhan tahun mendiami desa mandaong bahkan juga ingin membuat permusuhan masayarakat desa mandaong yang hidup selalu dengan bergandeng tangan.


Rentetan peristiwa terus menerus yang di alamat kan kepada Cakades Petahana ZULKIFLI ROBO mulai dari ajakan untuk menanyakan ijin cuti, Blt dan gaji yang dikatakan hangus apabila petahana terpilih dan ajakan rapat dengan mengajak kaur, Rt untuk menanyakan hak - hak melalui Demo.


Ketua Rt 01 desa mandaong Nirwan Andikumaha saat di temui wartawan Fbibews di rumah nya, angkat bicara serta mengajak kepada seluruh warga desa mandaong tampa terkecuali agar tidak terpropokasi yang di lakukan oleh oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab yang disampaikan melalui media sosial dan selebaran Ucap Wan panggilan akrab nya.


Lanjut,  untuk itu saya selaku ketua Rt. 01 mewakili pemerintah desa mandaong mengajak kepada warga desa mandaong mari kitorang jaga, pelihara silaturahmi yang sudah terjalin begitu lama dan selalu menghindari komplik di antara kita basudara tutup nya.


Berbagai fitna dan ujaran kebencian yang selalu di tujukan kepada Cakades Petahana Zulkifli Robo, tetapi dengan jiwa kesatria nya dan selalu saling memaafkan, jaga basudara serta saling kasih mengasihi satu sama lain membuat nya hingga detik ini tetap tegar menghadapi tuduhan palsu yang terus menerus dialamatkan kepada nya.


Sebutkan " orang makian " ini lah membuat basudara - basudara warga desa mandaong terlebih khusus saudara - sudara nya angkat bicara, tadi nya mereka menjauh tapi justru semakin dekat karna mereka berpikir petahana tidak pernah mengfitna orang laen.


Gaji merupakan hak tetapi kewajiban selalu di abaikan itulah yang terjadi di desa mandaong dan mulai dari kepala desa hingga kaur semua nya bermalas kantor : kepala desa selalu menyiarkan  agama secara berjama'a dengan mengunjungi berbagai tempat akan tetapi selalu melayangkan ijin dari pimpinan, ada profesi ojek, ada juga yang menetap di rumah bahkan ada juga yang hingga berbulan - bulan itupun gaji selalu diberikan bahkan ada kaur yang mendapatkan SK menggantikan salah satu kaur yang mencalonkan diri sebagai cakades hingga kini belum melaporkan diri dan tidak pernah berkantor, jadi yang pamalas masuk kantor itu tarperluh kaseh dong punya gaji.


Soal Dana Eks Pengunsi yang tahun 2020 lalu masyarakat kabupaten halmahera selatan di sibukan dengan mengumpulkan Kartu Keluarga dan uang partisipasi tetapu hingga kini belum ada kejalasan kapan Dana Eks pengunsi itu cair akan tetapi pada saat deklarasi dijanjikan bulan september tahun 2020 akan cair.


Beberapa waktu lalu ketika media fbinews menghubungi kepala dinas sosial propinsi maluku utara Hi. Muhammad Ismail lewat WhatsAp pribadi nya mengatakan bahwa, memang betul Kepton yang menggugat bahkan menang itu artinya pemerintah wajib bayar akan tetapi kalau pun Dana itu cair bukan kepton melainkan di pemerintah.


Untuk itu saya berharap kepada pemerintah kabupaten halmahera selatan terlebih Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekda, Bapak Kapolres Halmahera selatan, Bapak Dandim, Bapak Kapolsek dan Danramil mengutus tuntas permsalahan yang terjadi di desa mandaong karna ini merupakan ujaran kebencian sengaja di lakukan oleh oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab sebab peristiwa Berturut-turut.


Pewarta : LM. Tahapary

Komentar

Tampilkan

Terkini