Kapolda Maluku Utara Minta Warga Tetap Tenang, Kasus Pembunuhan di Halmahera Tengah Masih Didalami
Maluku Utara - Fbinews
Kepolisian Daerah Maluku Utara mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu menyusul peristiwa pembunuhan yang terjadi di kawasan hutan Halmahera Tengah, tepatnya di Desa Banemo.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si menegaskan bahwa peristiwa konflik yang terjadi di Halmahera Tengah bukan merupakan isu SARA, melainkan diduga kuat sebagai tindakan main hakim sendiri yang tidak berdasar, dipicu oleh provokasi serta isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kuat bahwa kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar, sehingga memicu tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum,” ujar Kapolda.
Ia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian memahami kekhawatiran masyarakat, terutama karena dalam kurun waktu 2021 hingga 2023 pernah terjadi sejumlah insiden terhadap warga yang beraktivitas di kawasan hutan, baik saat berkebun maupun berburu.
Meski demikian, Kapolda menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara mendalam dan objektif, termasuk dengan menelusuri kembali keterangan para korban selamat yang dinilai memiliki pengalaman langsung atas kejadian tersebut.
“Kami akan kembali menelusuri seluruh fakta, termasuk keterangan dari korban selamat yang tentu memiliki nilai penting karena mengalami langsung kejadian tersebut. Ini menjadi rujukan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan informasi yang tidak bersumber dari pengalaman langsung,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, khususnya yang belum jelas kebenarannya dan tidak berdasarkan pengalaman langsung.
“Informasi yang tidak didasarkan pada fakta atau pengalaman langsung perlu disikapi dengan hati-hati. Jangan sampai isu yang tidak jelas justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegas Kapolda.
Kapolda kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan bukti maupun catatan yang mengarah pada keterlibatan kelompok masyarakat desa tertentu dalam rangkaian kejadian tersebut.
“Kami tegaskan, tidak ada histori yang menyebutkan pelaku berasal dari warga atau masyarakat desa tertentu. Termasuk dalam kasus terbaru ini, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti adanya indikasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berupaya memperkeruh situasi, baik secara langsung di lapangan maupun melalui media sosial.
“Kami melihat ada indikasi provokasi. Ini akan kami dalami. Siapa pun yang mencoba memecah belah dan memperkeruh situasi akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Dalam rangka pengungkapan kasus tersebut, Mabes Polri direncanakan akan menurunkan tim guna membantu proses penyelidikan, sehingga diharapkan perkara ini dapat segera terungkap secara jelas dan objektif.
Di akhir pernyataannya, Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat kepolisian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Berikan kami waktu untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus ini,” pungkasnya.
Hingga saat ini, situasi keamanan di wilayah tersebut terus dipantau aparat kepolisian guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif, serta aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar.
**

Posting Komentar