News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kesiapsiagaan Karhutla Jadi Upaya Polda Lampung Lindungi Keselamatan Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan

Kesiapsiagaan Karhutla Jadi Upaya Polda Lampung Lindungi Keselamatan Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan



Lampung - Fbinews

Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun 2026, Polda Lampung memperkuat kesiapsiagaan melalui Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si., di Lapangan Mapolda Lampung, Senin (3/8/2026).


Apel tersebut menjadi wujud komitmen lintas instansi dalam mengantisipasi dampak fenomena El Niño yang diperkirakan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga September 2026. Fokus utama kegiatan bukan hanya pada penanggulangan kebakaran, tetapi juga melindungi keselamatan masyarakat, menjaga ketahanan pangan, serta mempertahankan kelestarian lingkungan di Provinsi Lampung.


Dalam amanatnya, Wakapolda menjelaskan bahwa berdasarkan data Aplikasi Lancang Kuning Polda Lampung hingga 30 Juli 2026, terdeteksi 1.070 titik hotspot di berbagai wilayah. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini berbasis teknologi dengan memanfaatkan Dashboard Lancang Kuning Polri, SIPONGI Kementerian Kehutanan, dan data hotspot BMKG secara real time, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan serta pemadaman awal secara cepat.


Selain memperkuat kemampuan respons, Polda Lampung juga mengedepankan pendekatan pencegahan melalui konsep Green Policing. Langkah ini diwujudkan dengan sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, patroli terpadu di wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, hingga penegakan hukum secara profesional terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.


Bagi masyarakat, upaya tersebut memiliki manfaat yang sangat besar. Pencegahan karhutla tidak hanya melindungi kawasan hutan, tetapi juga mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, menjaga produktivitas pertanian, melindungi sumber mata pencaharian masyarakat, serta meminimalkan potensi kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh kebakaran lahan.


Wakapolda juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen, mulai dari TNI, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, pemerintah daerah, hingga masyarakat peduli api di tingkat desa. Menurutnya, keberhasilan penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat.


Melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026, Polda Lampung menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat dimulai dari upaya pencegahan. Dengan kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta sinergi lintas sektor, diharapkan ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan aman, lingkungan tetap terjaga, dan pembangunan daerah berlangsung secara berkelanjutan. 

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar