Survei Poltracking: Hanya 29,9 Persen Publik Merasa Terwakili oleh Partai Politik
JAKARTA — FBINEWS
Kepercayaan publik terhadap partai politik masih menjadi sorotan. Hasil survei nasional Poltracking Indonesia menunjukkan hanya 29,9 persen masyarakat yang merasa terwakili oleh partai politik (parpol).(31/8)
Temuan tersebut disampaikan Hanta Yuda dalam pemaparan hasil survei nasional Poltracking Indonesia. Angka itu menunjukkan masih lebarnya jarak antara partai politik dengan masyarakat yang seharusnya menjadi basis utama representasi politik.
Hanta menyampaikan, mayoritas publik belum merasa bahwa aspirasi dan kepentingan mereka benar-benar terwakili oleh partai politik. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi parpol untuk memperkuat fungsi representasi sekaligus meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.
Angka 29,9 persen tersebut juga menjadi gambaran bahwa persoalan keterwakilan masih menjadi tantangan besar bagi partai politik di Indonesia.
Dalam sistem demokrasi, partai politik memiliki posisi penting sebagai penghubung antara masyarakat dan negara. Karena itu, rendahnya tingkat publik yang merasa terwakili dapat menjadi sinyal bahwa masih diperlukan evaluasi terhadap cara parpol menyerap, memperjuangkan, dan menyampaikan aspirasi masyarakat.
Hasil survei tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi partai politik menjelang agenda-agenda politik nasional berikutnya. Parpol dituntut tidak hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi juga mampu menunjukkan keberpihakan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Temuan Poltracking Indonesia ini sekaligus memperlihatkan bahwa pekerjaan rumah partai politik bukan sekadar memenangkan suara dalam pemilu, tetapi membangun kembali rasa keterwakilan publik.
Dengan hanya 29,9 persen masyarakat yang merasa terwakili, partai politik menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa keberadaan mereka benar-benar mampu menjadi saluran aspirasi rakyat.
Red

Posting Komentar