News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Korlantas Perkuat Sistem TIK dengan Pemanfaatan AI untuk Deteksi Gangguan

Korlantas Perkuat Sistem TIK dengan Pemanfaatan AI untuk Deteksi Gangguan



Jakarta - Fbinews

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkuat keandalan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu memantau kondisi jaringan sekaligus mendeteksi potensi gangguan sejak dini.


Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bagian Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bagtik) Korlantas Polri di salah satu hotel di Jakarta Timur, Kamis (03/09/2026). Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi digital dan meningkatkan kesiapan infrastruktur TIK di lingkungan Korlantas Polri.


Pelaksana Harian (Plh) Bagtik Korlantas Polri AKBP Muhammad Arif Sugihartono mengatakan, Rakor Bagtik tahun ini mengangkat tema “Pemanfaatan AI untuk Monitoring dan Prediksi Gangguan Jaringan dalam Mewujudkan Polantas KARIB Presisi guna Mendukung Asta Cita.”


Menurut AKBP Muhammad, pemanfaatan teknologi menjadi langkah Korlantas Polri dalam merespons perkembangan digital. Penguatan tersebut juga ditujukan untuk menjaga keandalan sistem TIK dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian lalu lintas.


“Pemanfaatan AI diharapkan tidak hanya membantu kita dalam memonitor kondisi jaringan secara real time, tetapi juga mampu mendeteksi anomali dan memprediksi potensi gangguan, sehingga dapat dilakukan tindakan secara cepat dan preventif,” ujarnya.


Dalam Rakor tersebut, Korlantas Polri juga menyoroti sejumlah langkah yang perlu dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sistem TIK. Salah satunya melalui monitoring jaringan secara terintegrasi agar gangguan dapat segera diketahui dan ditangani.


Selain itu, pemanfaatan AI dan analisis data perlu dioptimalkan sebagai alat bantu deteksi dini. Teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi gangguan sebelum berdampak terhadap operasional sistem.


“Ketiga, tingkatkan kompetensi SDM TIK agar mampu beradaptasi dan mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.


Penguatan teknologi juga harus berjalan seiring dengan peningkatan keamanan sistem. Korlantas Polri menempatkan keamanan siber, perlindungan data, dan tata kelola TIK sebagai bagian penting dalam penerapan teknologi baru.


“Keempat, tetap utamakan keamanan siber, keamanan data, serta tata kelola TIK dalam setiap implementasi teknologi,” tegasnya.


AKBP Muhammad turut mendorong kolaborasi antara Korlantas Polri, Polda jajaran, dan pemangku kepentingan terkait. Pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dinilai penting untuk mempercepat penguatan sistem TIK.


“Kelima, perkuat kolaborasi dan berbagi best practice antara Korlantas, Polda jajaran, serta stakeholder yang terkait,” ujarnya.


Ia berharap Rakor Bagtik dapat menghasilkan langkah strategis dan rencana aksi yang konkret. Dengan demikian, pemanfaatan AI diharapkan memberi dampak langsung terhadap keandalan sistem TIK dan kualitas pelayanan Polantas kepada masyarakat.


“Saya berharap Rakor ini dapat menghasilkan langkah strategis dan rencana aksi yang nyata, sehingga pemanfaatan AI dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan keandalan sistem TIK dan kualitas pelayanan Polantas kepada masyarakat,” tandasnya.


Rakor tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang teknologi informasi. Di antaranya Istanto Dwi Nugroho dari PT Telkom Indonesia, serta praktisi TIK Agi Nugraha Pratama dan Fahriadi Tanjung.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar