Sopir Truk di Karangasem Meninggal Usai Dibakar Bosnya, Sempat Berjuang Seminggu dalam Kondisi Kritis
Denpasar - FBINews
Kabar duka datang dari keluarga I Gede Selamet alias IGS (20), sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali. Selamet meninggal dunia setelah sekitar sepekan menjalani perawatan intensif akibat luka bakar parah yang dialaminya.
Selamet mengembuskan napas terakhir pada Jumat, 25 September 2026, sekitar pukul 07.00 WITA di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Sebelumnya, ia dirawat dalam kondisi kritis setelah diduga dibakar oleh bosnya sendiri, IPCP (37), pada Jumat, 18 September 2026.
Peristiwa memilukan itu diduga dipicu persoalan uang setoran truk sebesar Rp8,5 juta. Selamet yang menjadi sopir truk diduga mengalami tindakan kekerasan hingga tubuhnya terbakar. Kasus tersebut kemudian ditangani aparat kepolisian.
Akibat kejadian itu, Selamet mengalami luka bakar mencapai 68 persen di sekujur tubuh. Kondisinya semakin berat karena korban juga mengalami trauma inhalasi berat setelah menghirup uap panas yang menyebabkan kerusakan pada saluran pernapasan dan paru-parunya.
Selama menjalani perawatan, Selamet harus mendapatkan penanganan intensif dan menggunakan ventilator untuk membantu pernapasannya. Selama sekitar satu minggu, keluarga dan orang-orang terdekat terus berharap korban dapat melewati masa kritis tersebut.
Namun, perjuangan itu akhirnya berakhir pada Jumat pagi. Selamet meninggal dunia ketika akan menjalani penanganan medis lanjutan di rumah sakit.
Kepergian Selamet meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di usia yang baru menginjak 20 tahun, hidupnya harus berakhir setelah menjadi korban dalam persoalan yang disebut berkaitan dengan uang setoran truk. Perkara dugaan pembakaran tersebut kini menjadi proses hukum yang harus dipertanggungjawabkan sesuai fakta dan hasil penyidikan aparat.
**

Posting Komentar