Sumur Mengering, Hampir 900 KK di Kukupang Terancam Krisis Air Bersih
Halsel–Fbinews.net
Ketika air menjadi barang yang harus dicari setiap hari, kehidupan warga Desa Kukupang, Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, seakan tak pernah lepas dari kekhawatiran. Selama puluhan tahun, masyarakat desa tersebut bergelut dengan persoalan krisis air bersih. Kini, memasuki musim panas, kondisi semakin memprihatinkan. Sejumlah sumur yang selama ini menjadi tumpuan warga mulai mengering, Jumat (18/9/2026).
Sedikitnya tujuh sumur yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kini mengalami kekeringan. Padahal, sumber-sumber air tersebut menjadi andalan bagi hampir 900 kepala keluarga di Desa Kukupang.
Kepala Desa Kukupang, Fauji Ibrahim, mengatakan persoalan air bersih bukanlah masalah baru bagi masyarakat. Kondisi tersebut telah dirasakan warga selama puluhan tahun dan semakin berat ketika musim panas tiba.
“Sudah puluhan tahun kami mengalami krisis air bersih. Kondisi ini terus menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama ketika memasuki musim panas,” ujar Fauji Ibrahim.
Keringnya sumur membuat warga harus mencari berbagai cara untuk mendapatkan air demi memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari memasak, minum, mencuci hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Bagi masyarakat Kukupang, air bukan sekadar kebutuhan tambahan. Air adalah kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan aktivitas mereka setiap hari. Di tengah keterbatasan, pemerintah desa bersama masyarakat berusaha mencari solusi dengan kemampuan yang ada.
Warga bergotong royong membersihkan sumur sekaligus melakukan penggalian untuk mencari kembali sumber air yang dapat dimanfaatkan. Kepala Desa Fauji Ibrahim turut turun langsung bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut. Upaya itu juga mendapat dukungan dari unsur TNI, Kopda Komarudin, yang ikut bersama warga membersihkan dan menggali sumur.
Gotong royong tersebut menjadi gambaran bagaimana masyarakat Kukupang berusaha bertahan menghadapi kekeringan. Namun, upaya swadaya tersebut dinilai belum mampu menjadi solusi untuk persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Fauji berharap persoalan air bersih di Desa Kukupang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara hingga pemerintah pusat.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat ketika musim panas datang. Yang lebih penting adalah pembangunan sarana dan prasarana air bersih yang mampu menyediakan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat melihat kondisi masyarakat di Desa Kukupang dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih,” harapnya.
Kondisi yang dialami warga Kukupang menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai pembangunan, masih ada masyarakat yang harus berjuang mendapatkan kebutuhan paling mendasar, air bersih.
Pemerintah Desa Kukupang berharap keluhan tersebut tidak berhenti sebagai persoalan musiman. Warga membutuhkan solusi nyata agar setiap musim panas tiba, mereka tidak kembali dihadapkan pada persoalan yang sama. Bagi hampir 900 kepala keluarga di Kukupang, harapan itu sederhana: memiliki sumber air bersih yang cukup, layak dan dapat digunakan tanpa harus terus dihantui kekeringan.
ILON.HI MUHAMMAD M.MARSAOLY


Posting Komentar