ANTISIPASI KELANGKAAN BBM, KAKORLANTAS INSTRUKSIKAN JAJARAN PERKUAT KOORDINASI DAN PENGAMANAN SPBU
JAKARTA – FBINEWS
Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Dr. Aries Syahbudin, S.I.K., S.H., M.Hum., menginstruksikan seluruh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda di Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Instruksi tersebut dikeluarkan menyusul persoalan ketersediaan BBM di Bali dan sejumlah wilayah lainnya, sekaligus menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Kakorlantas menegaskan, jajaran lalu lintas perlu mengambil langkah cepat dan terkoordinasi guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar, menjaga keamanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta mencegah antrean kendaraan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
TIGA LANGKAH UTAMA ANTISIPASI KELANGKAAN BBM
1. Perkuat Koordinasi Distribusi dengan Pertamina
Kakorlantas meminta jajaran Ditlantas memperkuat koordinasi dengan Pertamina di masing-masing wilayah. Langkah ini mencakup kesiapan pengawalan kendaraan pengangkut BBM agar proses distribusi berjalan aman dan tepat waktu.
Apabila distribusi harus melewati jalur penyeberangan, koordinasi lintas sektor juga perlu dilakukan untuk mendukung kelancaran pengiriman.
“Apabila distribusi harus melalui jalur penyeberangan, koordinasi juga perlu dilakukan agar kendaraan pengangkut BBM memperoleh prioritas penyeberangan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kakorlantas Polri.
2. Siapkan Posko Pengamanan di SPBU Padat
Langkah kedua adalah menyiapkan posko pengamanan sementara di sekitar SPBU yang mengalami kepadatan antrean.
Posko tersebut berfungsi mengatur arus lalu lintas, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengantisipasi potensi gangguan akibat antrean kendaraan yang memanjang hingga ke badan jalan.
Personel Polisi Lalu Lintas (Polantas) juga didorong memberikan pelayanan humanis kepada masyarakat. Bentuk kepedulian tersebut dapat berupa bantuan sederhana, seperti air minum dan roti bagi warga yang menunggu giliran mengisi BBM.
3. Sampaikan Informasi Ketersediaan BBM secara Akurat
Kakorlantas juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai ketersediaan BBM kepada masyarakat.
Personel Polantas di lapangan diharapkan membantu memberikan informasi mengenai SPBU yang masih memiliki persediaan BBM, terutama di wilayah aglomerasi atau kawasan perkotaan yang saling terhubung.
Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat memilih SPBU yang masih memiliki stok sehingga antrean di satu lokasi tidak menumpuk dan arus lalu lintas tetap terkendali.
PENGAWASAN DAN EVALUASI DILAKUKAN SECARA BERKALA
Untuk memastikan seluruh arahan berjalan efektif, Kakorlantas meminta jajaran melakukan pemantauan intensif terhadap pelaksanaan langkah-langkah tersebut.
Setiap perkembangan situasi dan tindak lanjut di lapangan harus dilaporkan secara berkala. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi agar langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Kakorlantas Polri turut mengapresiasi Ditlantas Polda Bali yang telah merespons dan menindaklanjuti arahan tersebut. Respons cepat dari jajaran di daerah dinilai penting untuk mendukung penanganan persoalan ketersediaan BBM sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor, pengamanan yang responsif, serta penyampaian informasi yang tepat, Polantas diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi situasi ketersediaan BBM dengan aman dan tertib.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam menjaga kelancaran lalu lintas, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung distribusi BBM agar berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.
**

Posting Komentar