News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

BARESKRIM POLRI, BNN, DAN BEA CUKAI GEREBEK PABRIK SABU DI PIDIE, 1,2 TON SABU CAIR DISITA, 11 ORANG DITANGKAP

BARESKRIM POLRI, BNN, DAN BEA CUKAI GEREBEK PABRIK SABU DI PIDIE, 1,2 TON SABU CAIR DISITA, 11 ORANG DITANGKAP



PIDIE — FBINEWS  

Pengungkapan besar kasus narkotika kembali dilakukan aparat penegak hukum. Tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, dan Bea Cukai menggerebek sebuah laboratorium narkotika ilegal atau clandestine laboratory yang diduga digunakan sebagai pabrik sabu berskala besar di Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (21/10/2026).


Dalam operasi tersebut, petugas menyita sekitar 1,2 ton sabu cair dan menangkap 11 orang yang diduga terlibat dalam jaringan produksi narkotika tersebut.


Pengungkapan ini menjadi perhatian serius karena jaringan yang dibongkar diduga melibatkan pelaku lintas negara. Aparat masih mendalami hubungan para terduga pelaku dengan jaringan peredaran narkotika internasional.


PABRIK SABU DIDUGA BEROPERASI DI DUA RUKO DAN BENGKEL


Lokasi yang digerebek berada di dua unit rumah toko (ruko) dan sebuah bengkel di kawasan Desa Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Sejumlah laporan juga menyebut kawasan Gampong Ulee Tutue sebagai lokasi yang berkaitan dengan penggerebekan tersebut.


Bangunan itu terletak di tepi jalan lintas Kembang Tanjong–Beureunuen.


Aktivitas di lokasi sebelumnya disebut berlangsung tertutup. Sejumlah warga mengaku terkejut setelah mengetahui tempat tersebut diduga digunakan sebagai laboratorium pengolahan narkotika.


Pasca-penggerebekan, petugas memasang garis polisi dan memperketat penjagaan. Personel Satuan Brimob Polda Aceh terlihat melakukan pengamanan dengan persenjataan lengkap untuk menjaga lokasi selama proses penyelidikan berlangsung.


11 ORANG DITANGKAP, DIDUGA LIBATKAN WARGA ASING


Dalam operasi tersebut, sebanyak 11 orang diamankan. Berdasarkan informasi awal, mereka terdiri atas sembilan warga negara Indonesia (WNI) dan dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok atau China.


Keterlibatan warga negara berbeda memunculkan dugaan bahwa laboratorium tersebut berkaitan dengan jaringan narkotika lintas negara.


Aparat juga mendalami dugaan hubungan sindikat tersebut dengan jaringan Golden Triangle atau Segitiga Emas, kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi dan perdagangan narkotika ilegal di Asia Tenggara.


Meski demikian, keterkaitan jaringan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyidikan dan penelusuran hubungan antarpihak yang terlibat.


1,2 TON SABU CAIR JADI BARANG BUKTI


Barang bukti utama yang disita dalam penggerebekan ini berupa sekitar 1,2 ton sabu cair yang ditemukan di lokasi.


Temuan dalam jumlah besar tersebut memperkuat dugaan bahwa bangunan itu digunakan untuk kegiatan produksi atau pengolahan narkotika dalam skala besar.


Penyidik masih mendalami asal bahan baku, proses produksi, tujuan distribusi, serta kemungkinan adanya lokasi lain yang terhubung dengan laboratorium tersebut.


Pengungkapan ini juga menjadi bagian dari upaya aparat untuk memutus rantai produksi dan peredaran narkotika yang dapat mengancam masyarakat.


PENGAMANAN DIPERKETAT, KAPOLRI DIJADWALKAN TINJAU LOKASI


Setelah penggerebekan, lokasi kejadian dijaga ketat oleh aparat gabungan. Garis polisi dipasang di sekitar bangunan untuk membatasi akses dan menjaga kepentingan penyelidikan.


Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dijadwalkan meninjau langsung lokasi di Kabupaten Pidie pada Jumat (23/10/2026), sekaligus memberikan keterangan resmi mengenai pengungkapan kasus tersebut.


Kunjungan itu diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai skala operasi, peran para terduga pelaku, serta perkembangan penyidikan terhadap dugaan jaringan narkotika lintas negara tersebut.


POLRI DALAMI JARINGAN DAN DISTRIBUSI NARKOTIKA


Pengungkapan dugaan pabrik sabu di Pidie menjadi perhatian karena besarnya barang bukti dan indikasi keterlibatan pelaku dari sejumlah negara.


Namun, proses penyidikan masih diperlukan untuk memastikan peran masing-masing orang yang ditangkap, asal-usul narkotika, serta keterkaitan mereka dengan jaringan internasional yang diduga terlibat.


Aparat diharapkan dapat menelusuri jaringan hingga ke pihak yang mengendalikan produksi dan distribusi, sehingga penanganan tidak berhenti pada penangkapan orang-orang di lokasi.


Perkembangan lebih lanjut mengenai identitas para terduga pelaku, hasil pemeriksaan laboratorium, dan konstruksi perkara masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar