News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

KAPOLRI SUYUDI AKUI BAHAGIA RANGKAP JABATAN KEPALA BNN, SAAT UNGKAP PENYELUNDUPAN 1 TON KETAMINE

KAPOLRI SUYUDI AKUI BAHAGIA RANGKAP JABATAN KEPALA BNN, SAAT UNGKAP PENYELUNDUPAN 1 TON KETAMINE



BELAWAN — FBINEWS 

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkapkan rasa bahagianya saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat kurang lebih satu ton di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Suyudi tampil sekaligus dalam kapasitasnya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Momen itu menjadi sorotan karena ia menyampaikan langsung perkembangan pengungkapan kasus narkotika tersebut dengan membawa dua jabatan sekaligus.


Pengungkapan ini merupakan hasil operasi gabungan antara Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Petugas berhasil mengungkap dugaan penyelundupan ketamine dalam jumlah besar yang diangkut menggunakan kapal MT Global 168 berbendera Mongolia.


UNGKAP PENYELUNDUPAN NARKOTIKA SKALA BESAR


Kasus tersebut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat besarnya jumlah barang bukti yang diamankan. Sinergi lintas lembaga dilakukan untuk membongkar jalur penyelundupan serta mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.


Keterlibatan Polri, BNN, dan Bea Cukai menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap jalur masuk narkotika melalui perairan Indonesia.


Ketamine sendiri merupakan zat yang penggunaannya dibatasi untuk kepentingan medis dan kedokteran hewan sesuai ketentuan yang berlaku. Penyalahgunaan serta peredarannya secara ilegal dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat.


DUA JABATAN, SATU MISI PEMBERANTASAN NARKOBA


Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNN sejak 25 Agustus 2025. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam sumber pemberitaan, ia kemudian dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


Dalam konferensi pers di Belawan tersebut, Suyudi mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat hadir dan berbicara dalam dua kapasitas jabatan sekaligus.


Situasi ini sekaligus menempatkan perhatian publik pada koordinasi dan sinergi antara Polri dan BNN dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika di Indonesia.


Pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama berkelanjutan, mulai dari pengawasan jalur penyelundupan, penindakan terhadap jaringan pengedar, hingga upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.


Pengungkapan ketamine dalam jumlah besar ini diharapkan menjadi langkah penting untuk menekan peredaran narkotika ilegal serta mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan yang memanfaatkan jalur laut.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar