News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

KAPOLRI SUYUDI TINJAU PABRIK SABU TERBESAR DI INDONESIA, JARINGAN INTERNASIONAL TIONGKOK–MALAYSIA–INDONESIA TERBONGKAR!

KAPOLRI SUYUDI TINJAU PABRIK SABU TERBESAR DI INDONESIA, JARINGAN INTERNASIONAL TIONGKOK–MALAYSIA–INDONESIA TERBONGKAR!



PIDIE — FBINEWS  

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau langsung lokasi laboratorium gelap (clandestine laboratory) yang diduga menjadi salah satu fasilitas produksi sabu terbesar di Indonesia, di Gampong Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (23/10/2026).


Peninjauan dilakukan setelah ibadah salat Jumat dengan didampingi jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai. Kehadiran Kapolri di lokasi menjadi bagian dari perhatian serius aparat terhadap pengungkapan kasus narkotika berskala besar yang diduga melibatkan jaringan lintas negara.


Dalam pengungkapan tersebut, aparat dilaporkan mengamankan sekitar 1,2 ton sabu cair serta menangkap 11 orang terduga pelaku, yang terdiri dari dua warga negara asing (WNA) dan sembilan warga negara Indonesia (WNI).


Dikendalikan Ahli Kimia Berpengalaman


Kapolri menjelaskan bahwa aktivitas produksi narkotika di laboratorium tersebut diduga dikendalikan oleh tenaga ahli kimia berpengalaman. Rantai produksi disebut berjalan secara sistematis dan terstruktur, sehingga penyidik perlu mengungkap peran setiap orang yang terlibat.


Dugaan keterlibatan tenaga ahli tersebut menjadi salah satu fokus penyidikan untuk menelusuri bagaimana laboratorium dapat beroperasi dan siapa pihak yang berada di balik jaringan produksi narkotika itu.


Jaringan Internasional Tiga Negara


Pengungkapan laboratorium sabu di Pidie diduga berkaitan dengan sindikat narkotika internasional yang menghubungkan Tiongkok, Malaysia, dan Indonesia.


Penyelidikan bermula setelah tim gabungan menerima informasi intelijen dari National Narcotics Control Commission (NNCC) China mengenai pergerakan sejumlah orang yang dilaporkan tiba di Banda Aceh dan diduga mulai melakukan aktivitas produksi sabu.


Berbekal informasi tersebut, aparat melakukan penyelidikan, pemantauan, dan pengamanan lokasi sebelum menggerebek tempat yang dicurigai menjadi pusat produksi narkotika pada Rabu (21/10/2026).


Dua Ruko Diduga Menjadi Pusat Produksi


Laboratorium tersebut berada di dua bangunan rumah toko (ruko) di tepi jalan lintas Kembang Tanjong–Beureunuen, Kabupaten Pidie.


Dari lokasi itu, petugas mengamankan barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Penyidik kini perlu mendalami asal bahan baku, metode produksi, jalur distribusi, aliran dana, serta kemungkinan adanya jaringan lain yang membantu operasional laboratorium tersebut.


Sebelas orang yang diamankan juga akan didalami perannya masing-masing, termasuk dugaan keterlibatan mereka dalam proses produksi maupun distribusi narkotika lintas negara.


Perang Melawan Narkoba Lintas Negara


Kasus ini kembali menyoroti tantangan pemberantasan narkotika yang tidak lagi terbatas pada satu wilayah atau negara. Pertukaran informasi intelijen dan koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mengungkap jaringan yang diduga terorganisasi.


Aparat diharapkan terus mengembangkan penyidikan untuk membongkar pihak yang diduga menjadi pengendali utama, sekaligus menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain yang belum terungkap.


Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi jaringan peredaran narkotika bahwa aparat terus memperkuat upaya penindakan terhadap produksi dan distribusi barang terlarang.


Meski demikian, status hukum dan peran masing-masing terduga pelaku tetap harus ditetapkan berdasarkan alat bukti serta proses hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar