News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

POLDA JABAR BONGKAR PABRIK OBAT KERAS ILEGAL DI BANDUNG, LIMA ORANG DIAMANKAN

POLDA JABAR BONGKAR PABRIK OBAT KERAS ILEGAL DI BANDUNG, LIMA ORANG DIAMANKAN



BANDUNG – FBINEWS  

Jajaran Satresnarkoba Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat membongkar sebuah pabrik rahasia yang diduga memproduksi obat keras ilegal dalam skala besar di Kompleks Pergudangan BizPark, Jalan Kopo, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026) malam.


Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan lima orang berinisial P, R, MF, F, dan A. Kelimanya diduga memiliki peran berbeda dalam operasional pabrik, mulai dari pemesanan, peracikan, hingga pengiriman logistik.


Penggerebekan ini mengungkap dugaan aktivitas produksi obat keras ilegal dengan kapasitas sangat besar. Dari lokasi, petugas menemukan bahan baku obat dalam jumlah tonan yang tersimpan di puluhan drum, mesin cetak otomatis berkecepatan tinggi, laptop berisi data penjualan, serta sejumlah buku rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.


KAPASITAS PRODUKSI CAPAI JUTAAN BUTIR PER HARI


Berdasarkan informasi awal pengungkapan, fasilitas tersebut diperkirakan mampu memproduksi hingga 8 juta butir obat per hari.


Sementara itu, jumlah bahan baku yang ditemukan disebut berpotensi menghasilkan sekitar 256 juta butir obat jenis Hexymer dan Tramadol.


Besarnya kapasitas produksi tersebut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena peredaran obat keras tanpa pengawasan dan penyalahgunaan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.


BERAWAL DARI PENANGKAPAN KURIR DI TOL PURBALEUNYI


Pengungkapan pabrik ini bermula dari penangkapan seorang kurir di KM 125 Tol Purbaleunyi. Saat diperiksa, kurir tersebut diketahui membawa sekitar 600.000 butir Hexymer yang rencananya akan dikirim ke Jakarta.


Dari hasil pengembangan penyelidikan, petugas kemudian menelusuri asal barang hingga mengarah ke sebuah gudang di Kompleks Pergudangan BizPark, Jalan Kopo, Kota Bandung.


Informasi awal menyebutkan gudang tersebut baru disewa sekitar 22 hari sebelum penggerebekan. Fakta ini menjadi salah satu bagian yang masih didalami penyidik untuk mengungkap bagaimana fasilitas tersebut disiapkan dan dijalankan dalam waktu relatif singkat.


POLISI TELUSURI JARINGAN DAN AKTOR INTELEKTUAL


Penyidik kini masih mendalami keterlibatan masing-masing orang yang diamankan, alur distribusi obat keras ilegal, serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik operasional pabrik tersebut.


Penelusuran juga diarahkan pada pihak yang diduga menjadi pengendali utama, termasuk sumber pendanaan, pemasok bahan baku, jalur pengiriman, dan tujuan distribusi produk.


Barang bukti berupa laptop data penjualan dan buku rekening diharapkan dapat membantu penyidik menelusuri transaksi serta mengidentifikasi pihak-pihak lain yang diduga terlibat.


Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam upaya menekan produksi dan peredaran obat keras ilegal. Namun, proses penyidikan masih diperlukan untuk memastikan peran setiap orang yang diamankan serta mengungkap keseluruhan jaringan yang diduga beroperasi di balik pabrik tersebut.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar