Polda Metro Jaya Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengawalan Aksi Buruh
Jakarta – Fbinews
Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan terukur dalam mengawal kegiatan penyampaian pendapat sejumlah elemen buruh di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Keselamatan seluruh pihak menjadi prioritas dalam pelaksanaan pengamanan.
Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Metro Jaya Brigjen Pol. La Ode Aries El Fathar mengatakan, penyampaian pendapat merupakan hak konstitusional warga negara yang harus dihormati. Menurutnya, kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut bertujuan memberikan pelayanan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan.
“Tugas kita adalah melayani dan memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap dapat berlangsung dengan baik,” ujar Brigjen La Ode saat memimpin apel kesiapan personel di kawasan Gelora Bung Karno, Selasa (6/10/2026).
Ia meminta seluruh personel mengedepankan komunikasi dan pendekatan dialogis selama kegiatan berlangsung. Koordinasi dengan koordinator lapangan juga perlu dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Selain itu, personel diingatkan untuk menjaga pengendalian diri, tidak mudah terpancing provokasi, serta melaksanakan tugas sesuai prosedur dan arahan pimpinan di lapangan.
“Yang kami kedepankan adalah pelayanan yang humanis. Personel harus sabar, mampu berkomunikasi dengan baik, dan menjaga situasi tetap tenang agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Sekitar 6.000 buruh dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia diperkirakan akan menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI. Untuk mendukung pengamanan kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya menyiagakan 11.261 personel di kawasan DPR/MPR RI dan sekitarnya.
Selain itu, sebanyak 2.055 personel disiapkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan kegiatan dan sekitarnya. Rekayasa serta pengaturan akses lalu lintas akan dilakukan secara dinamis dengan menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan, khususnya di Jalan Gatot Subroto dan ruas jalan sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Dalam pelaksanaan tugas, personel juga diingatkan untuk tidak membawa maupun menggunakan senjata api dan senjata tajam selama kegiatan berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengawalan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, dan tetap menghormati hak masyarakat.
**

Posting Komentar