Survei Poltracking: Kepercayaan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Capai 64,8 Persen
JAKARTA — FBINEWS
Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 64,8 persen.
Hasil survei tersebut menunjukkan mayoritas responden masih menaruh kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10,8 persen responden menyatakan sangat percaya, sedangkan 54 persen lainnya menyatakan cukup percaya.
Sementara itu, sebanyak 32,1 persen responden mengaku kurang percaya atau sangat tidak percaya terhadap pemerintahan saat ini. Adapun 3,1 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Survei Poltracking Indonesia ini dilaksanakan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,9 persen.
KEPERCAYAAN PUBLIK LEBIH TINGGI DARI KEPUASAN KINERJA
Salah satu temuan penting dalam survei tersebut adalah tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran yang lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan tercatat sebesar 55,3 persen, atau terpaut 9,5 poin persentase dibandingkan tingkat kepercayaan publik yang mencapai 64,8 persen.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak selalu sejalan dengan penilaian terhadap hasil kinerja yang dirasakan secara langsung.
Kepercayaan publik dapat berkaitan dengan harapan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional, arah kebijakan, serta kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Sementara itu, kepuasan kinerja lebih berkaitan dengan penilaian masyarakat terhadap pelaksanaan program dan hasil kebijakan pemerintah.
TANTANGAN PEMERINTAH MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
Hasil survei ini menjadi gambaran penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjaga dukungan masyarakat di tengah berbagai tantangan nasional.
Pemerintah dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga stabilitas ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan program-program prioritas berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, transparansi dalam pengambilan kebijakan dan respons cepat terhadap persoalan masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan publik.
Angka kepercayaan sebesar 64,8 persen menunjukkan bahwa mayoritas responden masih memberikan kepercayaan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, proporsi responden yang menyatakan kurang percaya atau sangat tidak percaya sebesar 32,1 persen juga menjadi catatan bahwa masih terdapat bagian masyarakat yang perlu mendapat perhatian.
Dengan demikian, tantangan pemerintah bukan hanya mempertahankan kepercayaan yang telah diperoleh, tetapi juga membuktikannya melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
**

Posting Komentar