Banjir dan Longsor Lumajang, 1.417 KK Terdampak, Dua Warga Meninggal Dunia
LUMAJANG — FBINEWS
Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyebabkan 1.417 kepala keluarga (KK) terdampak di delapan desa yang tersebar di tiga kecamatan. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan dua warga meninggal dunia.
Bencana ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi, termasuk hujan lebat di kawasan puncak Gunung Semeru yang memicu banjir lahar dingin. Material pasir dan batu sisa erupsi terbawa aliran banjir hingga menimbun sejumlah ruas jalan dan permukiman warga.
Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Desa Supit Urang, Desa Sumber Wuluh, serta Dusun Tamansari Bawah.
Akibat bencana tersebut, akses jalan menuju sejumlah lokasi terdampak mengalami gangguan. Jalur melalui Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan air.
Pengguna jalan diimbau menggunakan jalur alternatif melalui Kabupaten Probolinggo demi keselamatan perjalanan.
Tim Gabungan Lakukan Evakuasi dan Penanganan
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, dan unsur terkait telah diterjunkan ke lokasi bencana.
Tim gabungan melakukan evakuasi warga, membuka akses jalan yang terdampak, serta melaksanakan kajian cepat untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan kepada keluarga korban meninggal dunia berupa santunan duka cita sebesar Rp20 juta untuk setiap keluarga.
Selain itu, bantuan berupa paket sembako, terpal, serta material bangunan seperti semen dan bata turut disalurkan guna membantu warga yang terdampak bencana.
Warga Diimbau Tetap Waspada
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dan longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Warga yang berada di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan bencana diminta mengikuti arahan petugas serta segera mengungsi apabila kondisi dinilai membahayakan keselamatan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan darurat dan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah terdampak.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan akses dan kondisi lingkungan pascabencana.
**

Posting Komentar