News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Polda Jateng Bersama Stakeholder Dampingi Pemulihan Psikologis Ustazah dan Santriwati di Sukoharjo

Polda Jateng Bersama Stakeholder Dampingi Pemulihan Psikologis Ustazah dan Santriwati di Sukoharjo

 


SUKOHARJO — FBINEWS  

Polda Jawa Tengah bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan pendampingan terhadap ustazah dan santriwati Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, guna membantu pemulihan psikologis dan psikososial pascakejadian pada 27 Oktober 2026.


Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para ustazah dan santriwati yang masih berada di lingkungan pondok pesantren sekaligus memberikan dukungan agar mereka dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.


Kegiatan ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AKP) tingkat provinsi dan Kabupaten Sukoharjo, Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Danramil, Plt. Camat, kepala desa, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Dalam keterangannya di Sukoharjo, Senin (2/11/2026), Kombes Pol. Nunuk Setiyowati mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus melihat langsung kondisi para ustazah dan santriwati yang masih berada di pondok pesantren.


Berdasarkan komunikasi dengan pihak pondok, diketahui masih terdapat empat ustazah dan satu santriwati yang berada di lingkungan pesantren.


Polda Jateng juga menawarkan bantuan fasilitasi kepulangan bagi santriwati asal Lampung yang terkendala biaya untuk kembali ke daerah asalnya.


"Kami sudah menawarkan apabila memang santriwati yang terkendala biaya ini ingin pulang ke Lampung, kami siap untuk memfasilitasi," ujar Nunuk.


Ia menegaskan, pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.


Pendampingan tersebut mencakup aspek psikologis dan psikososial guna membantu proses pemulihan para ustazah dan santriwati yang terdampak.


"UPTD PPA, baik provinsi maupun kabupaten, siap untuk melakukan pendampingan, baik secara psikologis maupun psikososial, sehingga perlindungan terhadap perempuan dan anak terkait kejadian pada 27 Oktober ini bisa betul-betul dipulihkan dan mereka kembali dapat beraktivitas sesuai yang diharapkan," jelasnya.


Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren untuk sementara masih dihentikan. Namun, pihak pondok telah merencanakan pelaksanaan pembelajaran secara daring melalui Zoom atau metode pembelajaran online lainnya.


Nunuk menambahkan, pihak pondok pesantren menyambut baik kehadiran dan perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pendampingan tersebut.


Menurutnya, sinergi lintas instansi ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu pemulihan kondisi para ustazah dan santriwati.


"Pada prinsipnya, kami semua ingin membantu melakukan pemulihan dan memberikan pendampingan terhadap para santriwati maupun ustazah," pungkasnya.


Melalui sinergi lintas instansi tersebut, diharapkan proses pemulihan para ustazah dan santriwati dapat berjalan optimal sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan pendidikan, dalam kondisi yang aman dan nyaman.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar