News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dua Tahun Mangkrak! Jembatan Tegal Alur Dibongkar, Warga Terpaksa Lewati Jembatan Darurat yang Rapuh

Dua Tahun Mangkrak! Jembatan Tegal Alur Dibongkar, Warga Terpaksa Lewati Jembatan Darurat yang Rapuh



JAKARTA BARAT - FBINEWS

Sudah dua tahun warga di Gang Perkutut/Jalan Warung Pojok, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, harus berhadapan dengan kondisi jembatan yang tak kunjung selesai dibangun. Jembatan lama telah dibongkar, namun pembangunan jembatan pengganti justru terhenti dan menyisakan persoalan bagi aktivitas warga.


Di tengah proyek yang mangkrak, warga terpaksa membuat dan menggunakan jembatan darurat dari kayu dan bambu untuk keluar-masuk permukiman. Kondisinya yang rapuh dan tidak ideal membuat akses tersebut menjadi perhatian, terutama karena digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Persoalan ini bermula ketika Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta membongkar jembatan lama untuk memudahkan alat berat masuk ke lokasi dalam rangka normalisasi atau pengerukan Kali Semongol.


Namun, proses pekerjaan tidak berjalan sesuai rencana.


Alat berat yang digunakan untuk pekerjaan tersebut mengalami masalah setelah sejumlah komponen atau sparepart diduga menjadi sasaran vandalisme dan pencurian. Kondisi tersebut membuat alat berat tidak dapat beroperasi dan akhirnya pekerjaan berlangsung tersendat dalam waktu yang panjang.


Akibatnya, jembatan yang sebelumnya menjadi akses penting masyarakat tidak kunjung kembali seperti semula.


Warga pun berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, jembatan lama sudah dibongkar. Di sisi lain, jembatan pengganti belum juga rampung, sehingga masyarakat harus mengandalkan akses darurat yang dibuat secara swadaya.


Kondisi tersebut menuai keluhan karena akses jembatan sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga di kawasan permukiman.


Persoalan jembatan mangkrak selama dua tahun ini kemudian mendapat perhatian publik setelah kondisi akses warga tersebut diberitakan dan menjadi sorotan.


Pemprov DKI Jakarta disebut berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan jembatan permanen setelah proses pengerukan Kali Semongol dapat dituntaskan.


Kasus ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menyangkut pengerjaan fisik, tetapi juga harus memastikan akses masyarakat tetap aman selama proyek berlangsung.


Warga tentu berharap persoalan tersebut segera mendapatkan solusi konkret. Setelah menunggu selama dua tahun, masyarakat Tegal Alur membutuhkan kepastian kapan jembatan permanen dapat kembali digunakan.


Jembatan dibongkar demi proyek normalisasi sungai, tetapi ketika pekerjaan terhenti, warga justru harus bertaruh dengan jembatan darurat yang rapuh. Kini, harapan warga Tegal Alur hanya satu: jembatan permanen segera dibangun dan akses mereka kembali aman.

Red

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar