News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

51 Personel BKO Mabes Polri Kembali ke Kesatuan, Kapolda NTT Apresiasi Pengabdian Selama Penanganan Gempa

51 Personel BKO Mabes Polri Kembali ke Kesatuan, Kapolda NTT Apresiasi Pengabdian Selama Penanganan Gempa



Labuan Bajo — Fbinews

Masa penugasan 51 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Mabes Polri dalam membantu penanganan bencana gempa bumi di Pulau Flores resmi berakhir. Senin (31/8/2026), seluruh personel tersebut dilepas untuk kembali menjalankan tugas di kesatuan masing-masing.


Upacara pelepasan digelar di halaman Mapolres Manggarai Barat dan dipimpin Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., yang hadir mewakili Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.


Dalam apel tersebut, Wakapolda membacakan amanat Kapolda NTT yang berisi apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel BKO Mabes Polri atas dukungan mereka selama pelaksanaan penanganan bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur.


Polri Hadir Saat Masyarakat Mengalami Bencana


Dalam amanatnya, Kapolda NTT menyampaikan bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di lokasi yang tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, ketika masyarakat berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan, kehadiran Polri harus dapat dirasakan secara langsung melalui perlindungan, pelayanan, dan bantuan kemanusiaan.


“Kehadiran rekan-rekan personel BKO dari Mabes Polri di wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki arti yang sangat penting,” demikian amanat Kapolda NTT yang dibacakan Wakapolda.


Menurut Kapolda, dukungan personel BKO tidak hanya berkaitan dengan penguatan tugas kepolisian. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya untuk memastikan masyarakat terdampak bencana memperoleh pelayanan dan bantuan ketika berada dalam kondisi sulit.


Penghargaan untuk Tenaga Kesehatan dan Personel K9


Kapolda NTT juga memberikan apresiasi khusus kepada personel Pusdokkes Mabes Polri yang turut memberikan pelayanan kesehatan dan dukungan medis bagi masyarakat serta personel yang berada di wilayah terdampak bencana.


Kehadiran tenaga medis Polri dinilai memiliki peran lebih luas dari sekadar memberikan pelayanan kesehatan. Dukungan tersebut juga memberikan rasa aman dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang tengah melalui masa pemulihan.


Penghargaan turut diberikan kepada personel K9 Korps Sabhara Baharkam Polri yang mendukung pelaksanaan pencarian, penyisiran, serta penanganan di sejumlah lokasi bencana.


Kapolda menilai kemampuan personel K9 menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung tugas kepolisian pada kondisi tanggap darurat, khususnya ketika proses pencarian membutuhkan kecepatan dan ketepatan.


Sementara itu, personel Propam Mabes Polri juga mendapat apresiasi atas peran mereka dalam pengawasan dan pengamanan. Kehadiran Propam turut memastikan seluruh personel yang terlibat dalam operasi tetap menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan humanis sesuai aturan.


Dedikasi di Tengah Medan Bencana


Kapolda NTT menilai pengabdian personel BKO Mabes Polri selama berada di NTT memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar menjalankan tugas kedinasan.


Menurutnya, kehadiran para personel merupakan wujud solidaritas dan kepedulian sekaligus menunjukkan kekuatan institusi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.


“Semua itu telah saudara jalani dengan penuh tanggung jawab, semangat pengabdian dan profesionalisme,” demikian pesan Kapolda dalam amanatnya.


Dalam pelaksanaan tugas, para personel juga menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi medan, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kebutuhan masyarakat yang harus ditangani secara cepat menjadi bagian dari dinamika selama penugasan.


Atas kontribusi tersebut, Kapolda NTT menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel BKO Mabes Polri yang telah membantu Polda NTT dalam menangani dampak gempa bumi di Pulau Flores.


Kembali ke Mabes Polri dengan Membawa Pengalaman


Kepada 51 personel yang mengakhiri masa penugasan, Kapolda berpesan agar berbagai pengalaman yang diperoleh selama menjalankan misi kemanusiaan di NTT dapat menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang membanggakan.


“Kembalilah dengan selamat, dalam keadaan sehat, dan dengan membawa kebanggaan bahwa saudara-saudara telah memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pesan Kapolda.


Kapolda NTT juga menyampaikan salam hormat serta apresiasi kepada pimpinan dan keluarga besar Mabes Polri yang telah memberikan dukungan personel maupun kemampuan terbaik untuk membantu Polda NTT dalam menghadapi situasi bencana.


Ikatan Kemanusiaan Tetap Terjaga


Berakhirnya penugasan secara kedinasan tidak berarti hubungan yang telah terjalin selama menjalankan misi kemanusiaan ikut berakhir. Kapolda NTT menegaskan bahwa pengalaman bersama selama membantu masyarakat terdampak bencana menjadi bagian dari ikatan antarpersonel Polri.


“NTT adalah bagian dari rumah besar Polri. Dan selama saudara-saudara berada di sini, saudara bukan hanya rekan kerja, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga besar Polda NTT,” demikian amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda NTT.


Pelepasan tersebut menjadi tanda berakhirnya tugas 51 personel BKO Mabes Polri dalam mendukung penanganan bencana gempa bumi di wilayah Flores.


Meski para personel kini kembali ke kesatuan masing-masing, kontribusi yang diberikan selama berada di tengah masyarakat menjadi bagian dari catatan pengabdian mereka. Kehadiran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, Polri dapat bergerak bersama tanpa dibatasi wilayah maupun asal kesatuan.


Para personel BKO meninggalkan Flores dengan membawa pengalaman dari misi kemanusiaan, sementara masyarakat NTT menyimpan apresiasi atas bantuan dan pengabdian yang telah diberikan selama masa penanganan bencana.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar