Dua Jaket Pelampung Ditemukan di Selat Sunda, Jadi Petunjuk Baru Pencarian 8 Orang Hilang
BANTEN – FBINEWS
Tim SAR gabungan menemukan dua jaket pelampung berwarna oranye di perairan Selat Sunda pada Kamis (10/9/2026). Temuan tersebut menjadi petunjuk baru dalam pencarian hari ketiga terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dua jaket pelampung itu ditemukan armada KAL Anyer I-3-64 dari Lanal Banten ketika melakukan penyisiran di perairan Cikoneng-Labuan, sekitar wilayah Anyer. Lokasi penemuan disebut berjarak sekitar tiga mil dari titik terakhir kapal rombongan korban diketahui.
Tak hanya jaket pelampung, tim SAR juga menemukan sejumlah barang lain di sekitar lokasi, yakni sebuah tabung dan botol berwarna putih. Seluruh barang tersebut kemudian menjadi bagian dari temuan yang diperiksa lebih lanjut oleh tim gabungan.
Meski menjadi petunjuk penting, pihak TNI Angkatan Laut dan tim SAR masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah dua jaket pelampung serta barang-barang lainnya benar-benar berkaitan dengan rombongan jurnalis yang hilang. Tim belum menyimpulkan bahwa temuan tersebut merupakan milik para korban.
Dalam operasi hari ketiga, sedikitnya 17 armada kapal dari berbagai instansi dikerahkan untuk memperluas pencarian. Penyisiran tidak hanya dilakukan di laut, tetapi juga diarahkan ke kawasan pulau-pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan korban terbawa arus dan terdampar di daratan pulau-pulau sekitar. Sebelumnya, seorang nelayan asal Carita juga menyebut kondisi gelombang laut di sekitar Legon Cabe Krakatau cukup besar dan cuaca buruk, bahkan kapal rombongan sempat mendapat peringatan untuk tidak langsung kembali.
Tim SAR memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan secara intensif sesuai prosedur pencarian dan pertolongan. Koordinasi dengan PVMBG dan BMKG juga terus dilakukan untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, pergerakan abu vulkanik serta kondisi cuaca dan gelombang di wilayah operasi.
**

Posting Komentar