Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Berulang, Status Siaga Level III
Selat Sunda - Fbinews
Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi setelah mengalami rangkaian erupsi sejak Jumat malam, 4 September 2026. Hingga Selasa, 8 September 2026, erupsi masih terjadi beberapa kali dengan durasi relatif singkat. Aktivitas gunung api di Selat Sunda tersebut terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Erupsi terbaru tercatat pada Selasa siang pukul 11.34 WIB dengan durasi sekitar 17 detik. Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi pada pukul 05.08 WIB dan 05.34 WIB. Kondisi tersebut terjadi setelah gunung sempat mengalami fase erupsi menerus selama sekitar 25 jam yang berakhir pada Minggu dini hari.
PVMBG masih menetapkan Gunung Anak Krakatau pada Status Siaga atau Level III. Masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya akibat aktivitas erupsi.
Aktivitas vulkanik juga berdampak terhadap penerbangan. Sejumlah penerbangan Singapore Airlines rute Singapura–Jakarta pulang-pergi dilaporkan mengalami penundaan akibat kondisi vulkanik di kawasan Selat Sunda. Sementara itu, pemantauan BMKG menunjukkan sebaran abu vulkanik yang sebelumnya mencapai sejumlah wilayah seperti Banten, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu, kini bergerak ke arah selatan-barat daya dan mulai menjauhi daratan Indonesia.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak hujan abu diimbau tetap waspada dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Gunung Anak Krakatau. Warga diminta mengikuti informasi resmi dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
**

Posting Komentar