News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Viral Loker Palsu di Pasar Minggu, Pelamar Diduga Diminta Bayar hingga Rp1,9 Juta, Polisi Turun Tangan

Viral Loker Palsu di Pasar Minggu, Pelamar Diduga Diminta Bayar hingga Rp1,9 Juta, Polisi Turun Tangan



JAKARTA SELATAN - FBINEWS

Tawaran lowongan kerja yang beredar melalui media sosial berujung pada dugaan penipuan. Sebuah ruko di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, diduga digunakan sebagai tempat perekrutan calon pekerja yang kemudian diminta membayar sejumlah uang.


Kasus dugaan lowongan kerja (loker) palsu tersebut kini tengah didalami aparat kepolisian. Polisi telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.


Kapolsek Pasar Minggu Kompol Theodorus Echeal Setiyawan mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas perekrutan tersebut.


Tak hanya memeriksa lokasi, polisi juga telah membawa empat orang calon korban ke Polsek Pasar Minggu untuk dimintai keterangan awal.


Pemeriksaan dilakukan guna mengungkap bagaimana para pelamar mendapatkan informasi lowongan, proses perekrutan, hingga dugaan permintaan uang yang dilakukan setelah mereka datang ke lokasi.


Pelamar Diminta Uang dengan Berbagai Alasan


Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pencari kerja sebelumnya mengetahui informasi lowongan melalui media sosial. Mereka kemudian diarahkan untuk datang ke sebuah ruko di kawasan Pasar Minggu.


Namun, setelah berada di lokasi, para pelamar diduga diminta menyerahkan sejumlah uang.


Alasannya pun beragam, mulai dari biaya administrasi, seragam, hingga pelatihan. Nilai uang yang disebut diminta kepada calon korban bervariasi, mulai dari sekitar Rp50 ribu hingga Rp1,9 juta per orang.


Besarnya nominal tersebut membuat dugaan praktik loker palsu ini menjadi sorotan, terlebih sasaran perekrutan disebut merupakan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.


Polisi Masih Selidiki, Belum Ada LP dari Korban Saat Pemeriksaan Awal


Dalam pemeriksaan awal, polisi disebut belum menerima laporan polisi (LP) resmi dari para calon korban. Kendati demikian, aparat tetap melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan informasi dan bukti guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.


Empat calon korban yang diperiksa menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan dugaan modus operandi tersebut.


Polisi masih mendalami siapa pihak yang berada di balik aktivitas perekrutan, bagaimana mekanisme pembayaran dilakukan, serta apakah terdapat korban lain yang mengalami kejadian serupa.


Polisi Ingatkan Pencari Kerja


Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi lowongan kerja yang tersebar di media sosial.


Polisi mengimbau pencari kerja untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap perusahaan yang membuka lowongan, termasuk alamat kantor, identitas perusahaan, posisi yang ditawarkan, serta mekanisme penerimaan pekerja.


Masyarakat juga diminta waspada apabila dalam proses perekrutan terdapat permintaan uang muka, uang tanda jadi, biaya administrasi, atau pembayaran tertentu yang disebut sebagai syarat agar dapat diterima bekerja.


Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang perkara dugaan loker palsu di kawasan Pasar Minggu tersebut.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar