9.505 PERSONEL GABUNGAN DITERJUNKAN AMANKAN 52 KEGIATAN MASYARAKAT DI JAKARTA
JAKARTA – FBINEWS
Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan sebanyak 9.505 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan berbagai aktivitas masyarakat di wilayah Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan apel pelayanan dan pengamanan kegiatan masyarakat yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Apel ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh personel siap memberikan pelayanan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan.
Sebanyak 52 agenda dijadwalkan berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdiri atas 26 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 26 kegiatan masyarakat lainnya.
Personel gabungan yang dikerahkan terdiri atas 7.660 anggota Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemerintah Daerah DKI Jakarta, serta 170 personel Pengamanan Dalam (Pamdal).
KAPOLDA: PENYAMPAIAN ASPIRASI HAK WARGA NEGARA
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan difasilitasi dalam negara demokrasi.
Menurutnya, kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk melakukan pengamanan, melainkan juga memberikan pelayanan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
“Konsep pengamanan kita hari ini, TNI dan Polri, adalah memberikan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud bahwa negara kita adalah negara demokrasi,” jelasnya.
Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar tetap profesional, mampu mengendalikan emosi, serta mengedepankan komunikasi dan dialog dalam menghadapi dinamika di lapangan.
Setiap tindakan pengamanan harus dilakukan secara terukur, proporsional, dan sesuai prosedur yang berlaku. Pendekatan persuasif dan humanis menjadi prioritas agar kegiatan masyarakat dapat berjalan tertib tanpa mengabaikan hak-hak warga negara.
PANGDAM JAYA TEKANKAN KEAMANAN DAN KENYAMANAN
Sementara itu, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi menekankan pentingnya sinergi TNI-Polri dalam menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat Jakarta.
Ia meminta seluruh personel memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, sekaligus memastikan pelaksanaan tugas tetap berpedoman pada prosedur yang berlaku.
“Keberadaan aparat TNI-Polri yang ada di lapangan ini memberikan keamanan, kenyamanan, dan kesejukan untuk warga Jakarta,” ungkapnya.
PENGATURAN LALU LINTAS DILAKUKAN SITUASIONAL
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya juga menyiapkan pelayanan dan pengaturan lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di tengah berlangsungnya berbagai kegiatan.
Pengaturan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk perkembangan kegiatan dan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik.
Masyarakat diimbau untuk memantau informasi terkini melalui akun resmi media sosial @poldametrojaya dan @tmcpoldametro. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, warga dapat menghubungi layanan Polisi 110.
“Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat Saling Menjaga Ruang Publik sebagai Sarana Penyampaian Pendapat, kami mengedepankan pelayanan agar aspirasi dapat disampaikan secara aman, tertib, dan damai, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya sebagai bagian dari Kerja Melayani Jakarta,” pungkasnya.
Dengan kesiapan ribuan personel gabungan tersebut, Polda Metro Jaya bersama TNI berupaya memastikan seluruh kegiatan masyarakat di Jakarta berlangsung aman, tertib, dan kondusif, dengan tetap menjunjung tinggi hak warga untuk menyampaikan pendapat secara damai.
**

Posting Komentar