News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

JANJIKAN KELULUSAN CPNS KEMENKUMHAM, PRIA DI PALEMBANG DIDUGA TIPU KORBAN RP250 JUTA

JANJIKAN KELULUSAN CPNS KEMENKUMHAM, PRIA DI PALEMBANG DIDUGA TIPU KORBAN RP250 JUTA



PALEMBANG — FBINEWS  

Janji meluluskan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melalui jalur tidak resmi diduga menjadi modus penipuan yang merugikan korban hingga Rp250 juta. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan mengamankan seorang pria berinisial R (35) yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.


Pengungkapan perkara ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur janji kelulusan seleksi aparatur sipil negara (ASN) dengan imbalan uang.


DIDUGA MENGAKU PEGAWAI KEMENKUMHAM


Kasus tersebut bermula ketika R diduga mengaku sebagai pegawai Kemenkumham yang bertugas di salah satu lembaga pemasyarakatan di Palembang. Pelaku kemudian menawarkan bantuan kepada korban berinisial I (50), seorang karyawan badan usaha milik daerah (BUMD), untuk meluluskan anaknya dalam seleksi CPNS.


Percaya dengan tawaran tersebut, korban menyerahkan uang secara bertahap hingga mencapai Rp250 juta. Penyerahan uang itu dilakukan di kediaman pelaku di kawasan Sukarami, Palembang, pada Mei 2024.


Namun, harapan korban pupus setelah nama anaknya tidak tercantum dalam pengumuman kelulusan CPNS. Uang yang telah diserahkan juga diduga tidak dikembalikan meskipun korban telah memintanya.


Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Sumsel pada 6 Agustus 2025, dengan nomor laporan polisi LP/B/1070/VIII/2025/SPKT/POLDA SUMSEL.


DITANGKAP DI KAWASAN SUKARAMI


Menindaklanjuti laporan itu, Unit 2 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan penyelidikan untuk melacak keberadaan terduga pelaku.


Setelah memperoleh informasi mengenai lokasi R, tim yang dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Sofwan Rosyidi bergerak melakukan penindakan.


Pada 12 Oktober 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, petugas mendatangi kediaman R di kawasan Sukarami, Palembang. R kemudian diamankan tanpa perlawanan dan dibawa ke kantor Unit 2 Jatanras Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


POLISI SITA ATRIBUT DAN DOKUMEN


Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara, antara lain:


- Surat pernyataan dan kuitansi.

- Rekening koran.

- Atribut dan pakaian dinas bercirikan Kemenkumham.

- Tiga buah kopel.

- Satu bundel dokumen yang mengatasnamakan Kemenkumham.


Barang-barang tersebut akan didalami penyidik untuk memperkuat proses penanganan perkara serta mengungkap dugaan modus yang digunakan pelaku.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol. Johannes Bangun mengatakan, penanganan perkara ini merupakan bagian dari upaya kepolisian melindungi masyarakat dari praktik penipuan yang memanfaatkan harapan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan melalui jalur kedinasan.


Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel AKBP Sofwan Rosyidi menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta mencari kemungkinan adanya korban tambahan dengan modus serupa.


POLDA SUMSEL INGATKAN MASYARAKAT


Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan CPNS dengan meminta sejumlah uang.


“Jangan mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Pastikan seluruh informasi penerimaan CPNS diperoleh melalui kanal resmi instansi terkait. Apabila menemukan indikasi penipuan, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum,” imbaunya.


Polda Sumsel menegaskan bahwa seleksi CPNS harus diikuti melalui mekanisme resmi dan tidak dapat dijamin oleh pihak tertentu dengan imbalan uang.


Masyarakat juga diminta tidak langsung mempercayai seseorang hanya karena menggunakan atribut atau menunjukkan dokumen yang mengatasnamakan instansi pemerintah.


Kasus ini menjadi pengingat bahwa tawaran meloloskan peserta seleksi melalui jalur belakang patut dicurigai. Masyarakat diharapkan lebih waspada agar tidak menjadi korban penipuan serupa.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar