Tragis! Remaja 15 Tahun Tewas Usai Bela Ibu yang Cekcok dengan Ayah, Uang Sekolah Diduga Habis untuk Judi Online
BANDUNG — FBINEWS
Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga di Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berujung tragis. Seorang remaja berinisial RR (15) meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan ketika membela ibundanya yang terlibat cekcok dengan ayahnya sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Perselisihan keluarga itu diduga dipicu persoalan uang sebesar Rp500.000 yang semestinya digunakan untuk membayar uang pangkal sekolah RR, tetapi disebut telah dihabiskan oleh ayahnya, DR, untuk bermain judi online.
Kasus ini menyita perhatian karena korban masih berusia 15 tahun dan diduga menjadi korban kekerasan saat berusaha membela ibunya di tengah pertengkaran keluarga.
HASIL AUTOPSI: KORBAN ALAMI RESAPAN DARAH DI KEPALA
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Tri Suhartanto mengungkapkan hasil autopsi yang menunjukkan adanya resapan darah di bagian belakang kepala korban.
Menurut hasil pemeriksaan tersebut, kondisi itu berkaitan dengan kekerasan menggunakan benda tumpul.
“Korban mengalami resapan darah di bagian belakang kepala akibat kekerasan dengan benda tumpul,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam ekspose kasus di Mapolresta Bandung, Jalan Bhayangkara, Soreang, Jumat, 23 Oktober 2026.
Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan RR meninggal dunia.
DIDUGA DIPICU UANG PANGKAL SEKOLAH
Berdasarkan informasi yang disampaikan, pertengkaran bermula dari persoalan uang Rp500.000 yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan RR.
Uang tersebut diduga digunakan DR untuk bermain judi online sehingga memicu cekcok dengan ibu korban.
Di tengah pertengkaran itu, RR disebut berusaha membela ibundanya. Namun, situasi justru berujung pada dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan remaja tersebut kehilangan nyawa.
Persoalan yang awalnya berkaitan dengan kebutuhan sekolah itu kini menjadi perkara pidana yang ditangani kepolisian.
IBU KORBAN MEMINTA PERTOLONGAN, POLISI AMANKAN TERDUGA PELAKU
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Tri Suhartanto menjelaskan bahwa ibu korban sempat meminta pertolongan ketika kejadian berlangsung.
Respons petugas memungkinkan polisi mengamankan DR pada saat itu juga.
“Ibunda korban meminta pertolongan saat waktu kejadian, personel dapat langsung menangkap DR,” ujar Tri Suhartanto saat ekspose di Mapolresta Bandung.
Penanganan perkara selanjutnya dilakukan untuk mendalami kronologi, mengumpulkan bukti, serta memastikan pertanggungjawaban hukum pihak yang diduga terlibat.
JUDI ONLINE DAN KEKERASAN DALAM KELUARGA JADI PERINGATAN
Kasus ini kembali menyoroti dampak serius konflik keluarga yang berujung pada kekerasan. Dugaan penggunaan uang pendidikan untuk judi online juga menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar dan masa depan anak.
Namun, apa pun persoalan yang terjadi di dalam rumah tangga, kekerasan bukanlah jalan penyelesaian. Anak seharusnya mendapatkan perlindungan, rasa aman, serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga diimbau segera mencari bantuan dari pihak berwenang agar korban dapat memperoleh perlindungan.
Kepergian RR menjadi duka mendalam sekaligus pengingat bahwa konflik keluarga yang tidak terkendali dapat membawa konsekuensi yang sangat fatal.
**

Posting Komentar