News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Temuan Boraks di Menu MBG Takalar, 86 Siswa Selamat dari Makanan Terkontaminasi

Temuan Boraks di Menu MBG Takalar, 86 Siswa Selamat dari Makanan Terkontaminasi

 


Takalar — Fbinews

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menemukan kandungan boraks dalam sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi SPPG Topejawa dan didistribusikan ke UPT SDN 58 Lengkese pada September 2026.


Temuan tersebut diketahui setelah petugas memeriksa sampel menu MBG berupa tahu dan ayam. Dari pemeriksaan laboratorium, salah satu sampel dinyatakan positif mengandung boraks.


Beruntung, makanan tersebut belum sempat dibagikan kepada 86 siswa yang menjadi penerima manfaat program MBG di sekolah tersebut.


Peristiwa bermula ketika empat orang guru bersama kepala sekolah melakukan uji cicip terhadap makanan sebelum menu dibagikan kepada para siswa. Setelah mencicipi makanan, mereka dilaporkan mengalami keluhan berupa gatal-gatal di bagian mulut dan pembengkakan.


Keluhan tersebut kemudian mendorong pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan yang dikirim dari SPPG Topejawa. Hasil pemeriksaan Dinkes Takalar akhirnya mengungkap adanya kandungan boraks pada salah satu sampel.


Bukan Temuan Pertama


Temuan boraks dalam menu MBG di Takalar menambah daftar kasus keamanan pangan yang berkaitan dengan program MBG sepanjang 2026.


Pada April 2026, kasus serupa dilaporkan terjadi di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan kandungan boraks pada sejumlah menu, termasuk telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayur.


Dalam kasus tersebut, sebanyak 162 siswa dilaporkan mengalami keracunan dengan keluhan seperti mual, muntah, dan sakit perut. Pemeriksaan juga dilaporkan menemukan kontaminasi bakteri E. coli dan Bacillus cereus.


Sementara dalam kasus Takalar, tidak ada siswa yang sampai mengonsumsi makanan tersebut karena proses distribusi dihentikan sebelum menu dibagikan.


Boraks Bukan untuk Makanan


Boraks atau sodium tetraborate merupakan bahan kimia yang penggunaannya bukan untuk pangan. Zat tersebut antara lain digunakan dalam sejumlah keperluan industri.


Penggunaan boraks secara ilegal pada makanan berbahaya bagi kesehatan. Zat ini dapat menyebabkan iritasi dan gangguan pada saluran pencernaan apabila tertelan.


Temuan tersebut kembali menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam seluruh rantai program MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak di SPPG, pemeriksaan makanan, hingga distribusi ke sekolah.


Kasus di Takalar juga menjadi perhatian karena makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut nyaris dikonsumsi puluhan siswa. Beruntung, langkah uji cicip yang dilakukan sebelum pembagian membuat potensi paparan terhadap 86 siswa dapat dicegah.


Pemeriksaan dan penelusuran terhadap sumber kontaminasi menjadi penting untuk memastikan bagaimana boraks dapat ditemukan dalam makanan yang disiapkan untuk program MBG.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar