20 WARGA BINAAN LAPAS MOJOKERTO DIWISUDA SETELAH HAFAL KITAB AL-IMRITHI
MOJOKERTO - FBINEWS
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar wisuda bagi 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang berhasil menyelesaikan pembelajaran dan menghafal Kitab Al-Imrithi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan Angkatan III yang bertujuan membentuk pribadi warga binaan agar lebih baik melalui pendidikan agama.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat di aula utama Lapas Mojokerto. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kota Mojokerto, Baznas Kabupaten Mojokerto, serta para alim ulama dari Pondok Pesantren An-Nur Darul Az-Zahro Sidoarjo dan PCNU Kabupaten Mojokerto.
Wisuda ini menjadi momentum penting bagi para warga binaan yang telah menjalani proses pembelajaran hingga mampu menguasai dan menghafal kitab yang menjadi salah satu rujukan dasar dalam ilmu nahwu atau tata bahasa Arab.
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa program pembinaan keagamaan tersebut bertujuan membangun kepribadian warga binaan melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan akhlak.
Menurutnya, pendidikan agama di lingkungan pemasyarakatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas kepribadian, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, keberhasilan 20 warga binaan tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk mengikuti kegiatan pembinaan secara aktif.
Kitab Al-Imrithi Jadi Fondasi Memahami Ilmu Agama
Kitab Al-Imrithi merupakan kitab berbentuk nadham atau syair yang membahas kaidah ilmu nahwu. Ilmu ini menjadi salah satu dasar penting untuk memahami struktur bahasa Arab, termasuk dalam mempelajari Al-Qur'an dan kitab-kitab kuning.
Melalui pembelajaran tersebut, para warga binaan tidak hanya dilatih menghafal materi, tetapi juga didorong untuk memperdalam pemahaman agama dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada pendidikan, pembentukan karakter, dan persiapan reintegrasi sosial.
Lapas Mojokerto Siapkan Angkatan IV
Manajemen Lapas Kelas IIB Mojokerto berkomitmen melanjutkan program pembinaan keagamaan secara berkesinambungan. Saat ini, pihak lapas tengah mempersiapkan seleksi peserta untuk mengikuti pembelajaran gelombang atau Angkatan IV.
Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi warga binaan untuk mendapatkan pendidikan keagamaan selama menjalani masa pembinaan.
Wisuda 20 santri warga binaan Angkatan III tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan membangun masa depan yang lebih baik tetap terbuka bagi setiap orang.

Posting Komentar