Getaran Banjir Lahar Semeru Terekam 6 Jam, Tanggul Jebol dan Permukiman Terancam
LUMAJANG — FBINEWS
Banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan lereng gunung tersebut.
Pos Pengamatan Gunung Semeru melaporkan getaran banjir lahar terekam selama enam jam atau 21.600 detik, dengan amplitudo mencapai 65 milimeter.
Derasnya aliran air dan material vulkanik menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengancam keselamatan warga yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).
Salah satu dampak yang dilaporkan adalah jebolnya tanggul sungai di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.
Tanggul Jebol, Material Lahar Mendekati Permukiman
Besarnya debit banjir lahar hujan dilaporkan menyebabkan tanggul sungai di Desa Purorejo tidak mampu menahan derasnya aliran.
Sementara itu, laporan warga menyebutkan material vulkanik di wilayah Tempursari bergerak sangat dekat dengan kawasan permukiman, bahkan disebut hanya berjarak sekitar 5 meter dari rumah warga.
Terjangan material vulkanik juga dilaporkan merusak akses jalan di sekitar wilayah terdampak.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera menjauhi kawasan berbahaya apabila terjadi peningkatan debit air.
Aktivitas Kegempaan Gunung Semeru
Selain getaran banjir lahar, Pos Pengamatan Gunung Semeru juga mencatat aktivitas kegempaan lainnya pada periode pengamatan pagi hari.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, tercatat sebanyak 14 kali gempa letusan atau erupsi serta satu kali gempa guguran.
Gunung Semeru saat ini masih berada pada Status Siaga atau Level III.
Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya erupsi maupun banjir lahar hujan.
Sejumlah DAS Semeru Berpotensi Terdampak
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai seluruh aliran lembah dan sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian meliputi:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
- Anak-anak sungai kecil di sekitar jalur utama Besuk Kobokan
Masyarakat di sekitar aliran sungai tersebut diminta menghindari aktivitas di kawasan rawan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah lereng Semeru.
Pemerintah Perketat Pembatasan Aktivitas
BPBD Kabupaten Lumajang bersama PVMBG mengimbau masyarakat mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.
Sejumlah pembatasan aktivitas yang diberlakukan meliputi:
1. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sepanjang sektor tenggara Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
2. Aktivitas di sepanjang sempadan sungai Besuk Kobokan dalam radius 500 meter dari tepi sungai harus dihindari karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
3. Kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif harus dihindari untuk mengantisipasi bahaya lontaran batu pijar.
4. Seluruh penambang pasir di sepanjang DAS Semeru diminta menghentikan aktivitas sementara demi menghindari ancaman terjangan material lahar hujan.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan dini dan segera menjauh dari aliran sungai apabila terjadi peningkatan debit air.
Kewaspadaan perlu terus ditingkatkan mengingat hujan berintensitas tinggi berpotensi memicu banjir lahar susulan yang dapat membahayakan warga serta merusak infrastruktur di kawasan lereng Gunung Semeru.
**

Posting Komentar