Koordinator Demo Boikot Ruben Onsu Minta Maaf, Akui Kerahkan Massa Bayaran Rp40 Ribu per Orang
JAKARTA — FBINEWS
Aksi demonstrasi yang menuntut boikot terhadap presenter Ruben Onsu di depan gedung Trans TV pada Kamis (5/11/2026) menuai polemik. Koordinator aksi bernama Saepul alias Bang Epul akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Ruben Onsu sekaligus mengungkap sejumlah fakta di balik pengerahan massa demonstrasi tersebut.
Dalam pengakuannya, Saepul menyebut dirinya memang mengerahkan sejumlah orang untuk mengikuti aksi demonstrasi. Massa tersebut diduga menerima bayaran sekitar Rp40.000 per orang. Namun, Saepul mengaku tidak mengetahui secara jelas bahwa demonstrasi yang dikoordinasikannya itu secara khusus ditujukan untuk memboikot Ruben Onsu.
Saepul mengklaim hanya menerima pesanan dari seseorang berinisial A. Ia mengaku sebatas menjalankan tugas teknis sebagai koordinator lapangan, mulai dari mengatur jumlah massa, besaran bayaran atau fee, hingga menentukan titik lokasi demonstrasi.
Pengakuan tersebut memunculkan dugaan bahwa aksi boikot terhadap Ruben Onsu bukan semata-mata gerakan spontan, melainkan diduga melibatkan pihak tertentu yang mengatur pengerahan massa.
Saepul bahkan menduga aksi tersebut sengaja dirancang untuk merusak reputasi Ruben Onsu. Tujuannya, menurut pengakuannya, agar kerja sama Ruben sebagai Brand Ambassador (BA) dengan sejumlah perusahaan terganggu hingga berujung pemutusan kontrak.
Ruben Soroti Dugaan Serangan Terstruktur
Menanggapi pengakuan tersebut, Ruben Onsu melalui akun Instagram pribadinya mengunggah video permintaan maaf Saepul.
Ruben menyoroti adanya dugaan serangan yang dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan pihak-pihak tertentu. Ia mengaku heran karena persoalan yang menimpanya diduga tidak hanya menyasar dirinya secara pribadi, tetapi juga program televisi dan perusahaan yang menjalin kerja sama dengannya.
Ruben menduga terdapat pihak yang menggunakan jasa khusus untuk melancarkan serangan terhadap berbagai program dan perusahaan yang berkaitan dengannya, dengan tujuan membuat dirinya tersingkir atau diputus dari sejumlah kerja sama profesional.
Pengakuan Saepul tersebut pun membuka pertanyaan mengenai siapa sosok berinisial A yang disebut memesan pengerahan massa serta siapa pihak yang sebenarnya berada di balik demonstrasi boikot tersebut.
Meski demikian, dugaan adanya pihak yang mengendalikan aksi maupun motif untuk menjatuhkan reputasi Ruben masih memerlukan penelusuran dan pembuktian lebih lanjut.
Permintaan maaf Saepul menjadi perkembangan baru dalam polemik demonstrasi boikot Ruben Onsu. Publik kini menanti kejelasan mengenai pihak yang diduga berada di balik pengerahan massa dan tujuan sebenarnya dari aksi tersebut.
**

Posting Komentar