News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Women's March Jakarta 2026 Diwarnai Dugaan Penyerangan, Bendera Pelangi Dirampas hingga Peserta Terluka

Women's March Jakarta 2026 Diwarnai Dugaan Penyerangan, Bendera Pelangi Dirampas hingga Peserta Terluka

 


JAKARTA — FBINEWS  

Aksi Women's March Jakarta 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2026), diwarnai ketegangan dan dugaan penyerangan terhadap peserta aksi. Insiden tersebut diduga berkaitan dengan keberadaan kelompok peserta yang membawa isu kesetaraan gender dan seksualitas, termasuk kelompok LGBT+.


Berdasarkan siaran pers Women's March Jakarta yang dikutip sejumlah media, dugaan penyerangan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di kawasan Silang Selatan Monas. Tiga orang tidak dikenal disebut mendatangi massa aksi dan melakukan tindakan intimidasi hingga perampasan atribut peserta.


Salah satu atribut yang menjadi sasaran adalah bendera pelangi yang merupakan simbol kelompok LGBT+. Bendera tersebut dilaporkan dirampas dan diduga hendak dibakar oleh para pelaku.


Tiga Peserta Dilaporkan Mengalami Trauma Fisik


Penyelenggara menyebut, situasi sempat memanas ketika sejumlah peserta berusaha mengambil kembali bendera yang dirampas. Peristiwa tarik-menarik kemudian terjadi dan mengakibatkan tiga peserta mengalami trauma fisik.


Salah satu peserta bahkan dilaporkan mengalami cedera serius pada tangan kiri. Namun, rincian medis mengenai kondisi korban belum dijelaskan dalam informasi yang disampaikan penyelenggara.


Women's March Jakarta mengecam dugaan tindakan kekerasan tersebut dan meminta agar peristiwa itu mendapat perhatian serius.


Penyelenggara juga menyampaikan kritik terhadap keberadaan puluhan personel kepolisian di sekitar lokasi. Mereka menilai aparat tidak memberikan perlindungan yang memadai dan tidak segera menghentikan dugaan penyerangan tersebut.


Bawa Sembilan Tuntutan


Women's March Jakarta 2026 digelar oleh aliansi masyarakat sipil dan kelompok feminis dengan membawa sembilan tuntutan utama.


Isu yang disuarakan antara lain penghapusan diskriminasi berbasis gender dan seksualitas, perlindungan hak kelompok rentan, keadilan ekologis, serta evaluasi sejumlah kebijakan publik, termasuk kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembalut.


Keikutsertaan kelompok LGBT+ dan penggunaan simbol pelangi turut menjadi salah satu isu yang memicu ketegangan dalam dinamika aksi tersebut.


Video Truk 'Revolusi Akhlak' Beredar


Di tengah polemik aksi, media sosial juga diramaikan dengan beredarnya video dan narasi mengenai keberadaan sebuah truk orasi beratribut tulisan "Revolusi Akhlak".


Kemunculan truk tersebut menjadi perhatian warganet karena dikaitkan dengan dinamika penolakan terhadap keikutsertaan kelompok LGBT+ dalam aksi Women's March.


Meski demikian, identitas pihak yang mengoperasikan truk, keterkaitannya dengan dugaan penyerangan, serta kronologi lengkap peristiwa tersebut masih perlu diklarifikasi.


Hingga informasi ini disusun, dugaan penyerangan dan kritik terhadap penanganan aparat masih merujuk pada keterangan pihak penyelenggara. Identitas para terduga pelaku maupun tindak lanjut resmi kepolisian belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.


Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya jaminan keamanan bagi setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum, sekaligus perlunya penanganan dugaan kekerasan secara objektif dan sesuai ketentuan hukum.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar